DEMOKRASINEWS, Lampung Timur – Ketua Komisi IV DPR-RI Sudin, SE pada Rabu siang (03/03/2021) mengunjungi perkebunan buah alpukat yang terletak di kawasan gunung Balak, Desa Girimulyo,Kecamatan Marga Sekampung, Kabupaten Lampung Timur.
Dalam kunjungan ini Ketua Komisi IV DPR-RI Sudin didampingi beberapa pejabat penting berkaitan dengan pengembangan buah alpukat di kawasan Gunung Balak Lampung Timur. Mereka antara lain Prihasto Setyanto Dirjen Hortikultura, Sukarman Direktur Perbenihan Hortikultura, Kepala Dinas Hortikultura Lampung Kusnardi, Kepala BPTP Lampung Jeckvy Hendra dan sejumlah Anggota DPRD baik anggota DPRD Provinsi maupun Kabupaten Lampung Timur dari Fraksi PDI Perjuangan.


Ketua Komisi IV DPR-RI Sudin mengajak para pejabat terkait guna melihat kekayaan alam Lampung di sektor perkebunan khususnya.
“Maka saya mengajak Dirjen Hortikultura, ayo ikut saya ke Propinsi Lampung. Selain itu saya juga minta dibuatkan Nursery, nanti nursery tersebut, didukung oleh BPDAS, Hortikultura, BPTP dan BPP.
Untuk BPDAS Lampung pada tahun 2021 ini saya tambahkan dana mencapai 20 miliar, karena saya mau dikembangkan terus,”jelas Sudin.
Sudin juga ingin buah alpukat dari Lampung Timur ini dapat di ekspor agar menaikkan harga jual dan membuat hasil tanah Lampung mendunia.
Sementara Dirjen Hortikultura Prihasto Setyanto mengatakan, kebutuhan alpukat saat ini sangat besar tetapi petani belum bisa memenuhi pangsa pasar seutuhnya.
“Permintaan atas buah alpukat sangat besar, tetapi kita belum bisa memenuhinya. Kita masih kalah dengan negara- negara lain seperti Thailand dan Vietnam. Faktor utama tidak terpenuhinya pasokan buah Alpukat karena wilayah perkebunan kita tidak terkonsentrasi di satu wilayah. Seharusnya program perkebunan buah itu” one village one varietty”
Seharusnya Lampung Timur mampu memenuhi target tersebut, karena secara iklim dan kondisi tanah serta petaninya sangat memadai sebagai centra perkebunan buah khususnya buah Alpukat. Kabupaten Lampung Timur berbasis perkebunan yang sangat berpotensi sebagai penghasil Alpukat super di Indonesia bahkan bisa mengalahkan negara lain. Dari hasil kita kunjungan ini kita ketahui kawasan perkebunan Alpukat yang terkosentrasi dan hampir disetiap pekarangan rumah warga rata-rata ditanami buah Alpukat.
Begitu juga dengan penelitian tentang Alpukat dan menghasilkan varitas baru yakni varietas Ratu Puan,Apukat Siger dan masih banyak varitas lainnya. Sehingga Lampung Timur dapat dijadikan pilot projek percontohan perkebunan buah – buahan, khususnya Alpukat,” jelas Prihasto Setyanto. (*)
Tim Redaksi DemokrasiNews











