DEMOKRASINEWS, Lampung Utara, 8 Juni 2026 – Di balik senyum kecilnya, Zaidan Maulana menyimpan perjuangan besar yang tak dialami kebanyakan anak seusianya. Balita asal Desa Sabuk Indah, Kecamatan Abung Kunang, Kabupaten Lampung Utara itu terlahir dengan kelainan bawaan langka berupa tidak memiliki lubang anus (atresia ani), kondisi yang membuatnya harus menjalani pemantauan dan penanganan medis khusus sejak dini.
Kisah Zaidan yang menyentuh hati akhirnya mendapat perhatian serius dari Pemerintah Kabupaten Lampung Utara. Bahkan di tengah hari libur, jajaran Dinas Sosial setempat turun langsung ke rumah keluarga Zaidan untuk memastikan kondisi anak tersebut sekaligus menyiapkan langkah-langkah bantuan yang diperlukan.
Kepala Dinas Sosial Lampung Utara, Imam Hanafi, bersama tim mendatangi kediaman Zaidan pada Sabtu (6/6/2026). Kunjungan itu turut melibatkan aparatur desa, tenaga kesehatan, serta pendamping sosial dari Kementerian Sosial Republik Indonesia.
Bagi Imam Hanafi, persoalan yang dihadapi Zaidan bukan hanya menjadi tanggung jawab keluarganya, melainkan juga tanggung jawab bersama seluruh elemen pemerintah.
“Meski hari libur, kami tetap hadir. Permasalahan sosial adalah tanggung jawab bersama, mulai dari pemerintah pusat hingga pemerintah desa. Kami ingin memastikan langsung kondisi anak dan langkah penanganan yang harus dilakukan,” ujarnya, Senin (8/6/2026).
Dalam kunjungan tersebut, petugas melakukan pendataan berbagai program bantuan sosial yang dapat diakses keluarga Zaidan. Mulai dari Program Keluarga Harapan (PKH), Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT), hingga memastikan kepesertaan Jaminan Kesehatan Nasional agar kebutuhan pengobatan dan perawatan dapat terpenuhi.
Tak hanya itu, Dinas Sosial juga mendorong pemerintah desa untuk segera mengajukan bantuan kepada Badan Amil Zakat Nasional (Baznas). Bantuan tersebut diharapkan dapat membantu kebutuhan biaya operasi maupun kebutuhan keluarga selama proses pengobatan berlangsung.
“Kami akan berkoordinasi dengan Baznas dan Dinas Kesehatan agar penanganannya bisa dilakukan secara maksimal. Anak ini harus mendapatkan perhatian khusus karena membutuhkan penanganan medis agar kelak dapat hidup normal seperti anak-anak lainnya,” tegas Imam.
Kehadiran pemerintah di tengah keluarga Zaidan menjadi bukti bahwa kepedulian sosial tidak mengenal hari kerja maupun hari libur. Menurut Imam, setiap laporan masyarakat yang berkaitan dengan persoalan sosial dan kesehatan akan ditindaklanjuti sesuai kewenangan pemerintah daerah.
Ia juga mengimbau masyarakat agar tidak ragu melaporkan warga yang membutuhkan bantuan, terutama mereka yang mengalami kesulitan mengakses layanan kesehatan.
“Kalau ada warga sakit dan BPJS-nya tidak aktif, segera laporkan melalui pemerintah desa. Kami akan membantu proses pengaktifannya. Program ini tidak dipungut biaya, tetapi tetap harus mengikuti prosedur yang berlaku,” katanya.
Sementara itu, ASN PPPK Kementerian Sosial RI pada Direktorat Perlindungan Jaminan Sosial Non Kebencanaan, Ifranto Kunzeri, menjelaskan bahwa kasus Zaidan pertama kali diketahui melalui laporan masyarakat. Informasi tersebut kemudian segera ditindaklanjuti dengan koordinasi bersama Dinas Sosial Lampung Utara agar keluarga memperoleh pendampingan yang dibutuhkan.
“Kami menerima laporan adanya anak yang lahir tanpa anus. Karena itu kami segera menyampaikan kepada Dinas Sosial agar keluarga mendapat perhatian dan bantuan yang diperlukan,” ujarnya.
Sebagai bentuk kepedulian awal, sejumlah bantuan berupa sembako, makanan siap saji, dan kebutuhan dasar lainnya turut disalurkan kepada keluarga penerima manfaat.
Meski demikian, berdasarkan keterangan tenaga kesehatan, tindakan operasi terhadap Zaidan belum dapat dilakukan dalam waktu dekat. Proses tersebut masih menunggu pertimbangan medis sesuai kondisi dan perkembangan usianya.
Di tengah segala keterbatasan yang dihadapi, keluarga Zaidan terus menyimpan harapan. Erwin, sang ayah, mengaku terharu atas perhatian yang diberikan pemerintah dan berbagai pihak terhadap putranya.
Selama ini, keluarga berusaha menjalani kehidupan dengan penuh kesabaran sambil menanti kesempatan terbaik bagi Zaidan untuk memperoleh penanganan medis yang optimal.
“Kami sangat berterima kasih kepada Bupati, Wakil Bupati, Dinas Sosial, dan semua petugas yang telah membantu serta peduli terhadap kondisi anak kami. Kehadiran mereka memberikan harapan bagi keluarga kami,” ucap Erwin.
Kisah Zaidan menjadi pengingat bahwa kepedulian sosial memiliki peran penting dalam menghadirkan harapan bagi keluarga yang sedang menghadapi ujian berat. Dukungan pemerintah, tenaga kesehatan, dan masyarakat menjadi kekuatan yang dapat membantu anak-anak dengan kebutuhan khusus memperoleh kesempatan hidup yang lebih baik di masa depan. ( Red/JM )











