Makkah Al-Mukarramah, 29 Mei 2026 — Jamaah haji Indonesia yang mengambil nafar awal mulai kembali ke hotel masing-masing di Makkah Al-Mukarramah pada Jumat (29/5/2026) setelah menyelesaikan rangkaian ibadah di Armuzna, yakni wukuf di Arafah, mabit di Muzdalifah, serta melontar jumrah ula, wustha, dan aqabah di Mina.
Setelah tiba di Makkah, para jamaah mulai mengatur jadwal pelaksanaan tawaf ifadah, salah satu rukun haji yang wajib dilaksanakan oleh setiap jamaah. Tawaf ifadah dilakukan dengan mengelilingi Ka’bah sebanyak tujuh putaran dan menjadi bagian penting yang menentukan sah atau tidaknya ibadah haji seseorang.
Tawaf ifadah tidak dapat ditinggalkan ataupun diganti dengan dam (denda). Oleh karena itu, pelaksanaannya dilakukan dengan penuh kesiapan fisik dan mental agar jamaah dapat menjalankannya dengan khusyuk dan lancar.

Karena layanan bus shalawat baru mulai aktif pada 31 Mei 2026 pukul 01.00 waktu Arab Saudi, panitia penyelenggara haji bersama Kelompok Bimbingan Ibadah Haji dan Umrah (KBIHU) mengatur jadwal keberangkatan jamaah menuju Masjidil Haram secara bertahap. Pengaturan ini dilakukan agar kondisi jamaah tetap prima setelah melalui rangkaian ibadah yang cukup menguras tenaga di Arafah, Muzdalifah, dan Mina.
Tawaf ifadah umumnya dilaksanakan setelah wukuf di Arafah dan mabit di Muzdalifah, dengan waktu utama pada 10 Dzulhijjah atau hari-hari tasyrik tanggal 11, 12, dan 13 Dzulhijjah. Meski demikian, pelaksanaannya masih diperbolehkan hingga sebelum jamaah meninggalkan Kota Makkah.
Usai melaksanakan tawaf ifadah, jamaah dianjurkan menunaikan salat sunah di dekat Maqam Ibrahim sebelum melanjutkan sa’i antara Bukit Shafa dan Marwah. Pada lintasan bertanda lampu hijau, jamaah laki-laki disunahkan berlari-lari kecil mengikuti tuntunan syariat.
Setelah rangkaian tawaf dan sa’i selesai, jamaah kemudian melaksanakan tahalul dengan mencukur atau memotong rambut. Dengan selesainya tahalul, seluruh larangan ihram berakhir, termasuk larangan berhubungan suami istri bagi pasangan suami istri.
Kloter JKG 7 asal Bandar Lampung dijadwalkan melaksanakan tawaf ifadah pada keesokan harinya setelah salat Subuh waktu Arab Saudi. Sementara itu, sesuai jadwal kepulangan, jamaah kloter tersebut akan kembali ke Indonesia pada 5 Juni 2026.
Waktu yang masih tersisa di Tanah Suci dimanfaatkan jamaah untuk memperbanyak ibadah di Masjidil Haram, melaksanakan umrah mandiri, serta mengikuti wisata religi ke sejumlah tempat bersejarah Islam di sekitar Makkah dan Madinah.
Para jamaah berharap seluruh rangkaian ibadah yang telah dijalankan diterima Allah SWT dan menjadi haji yang mabrur. Kepulangan ke tanah air pun diharapkan membawa perubahan diri menjadi pribadi yang lebih baik, lebih sabar, serta semakin peduli terhadap sesama.( Red/Laporan Agustobationo dari Makkah )











