DEMOKRASINEWS, Mina, 29 Mei 2026 – Rombongan jamaah haji asal Lampung Timur yang tergabung dalam KBIHU Multazam Mandiri memilih melaksanakan lempar jumrah pada dini hari guna menghindari cuaca ekstrem dan kepadatan jamaah di Mina.
Pimpinan KBIHU Multazam Mandiri, Sutopo Darwis Sasmito, mengatakan pelaksanaan lempar jumrah dilakukan sekitar pukul 00.00 Waktu Arab Saudi (WAS) karena kondisi lebih sejuk dan nyaman bagi jamaah.
“Kami sengaja memilih dini hari agar jamaah tidak terlalu berhimpit-himpitan dan suhu udara lebih bersahabat,” kata Sutopo di Mina, Jumat (29/5/2026).


Menurut dia, suhu udara pada siang hari di Mina dapat mencapai 46 derajat Celsius bahkan lebih sehingga berpotensi menguras tenaga jamaah dan meningkatkan risiko dehidrasi, terutama bagi lanjut usia.
Selain cuaca panas, kepadatan jamaah dari berbagai negara juga menjadi pertimbangan utama dalam menentukan waktu pelaksanaan lempar jumrah ula, wustha, dan aqabah.
Jamaah asal Lampung Timur Kloter 9, Leny Apriono, mengatakan rombongan menempuh perjalanan cukup jauh dari tenda menuju lokasi lempar jumrah.
“Dari tenda menuju terowongan Mina lalu ke lokasi jumrah dan kembali lagi totalnya sekitar 8 kilometer atau sekitar 12.500 langkah,” ujar Leny.
Ia menjelaskan waktu tempuh perjalanan mencapai sekitar dua jam. Pada waktu tertentu, jalur utama ditutup sehingga jamaah harus memutar arah dan jarak perjalanan dapat bertambah sekitar satu kilometer.
Untuk menjaga kondisi fisik jamaah, pihak KBIHU mengimbau jamaah memperbanyak aktivitas di dalam tenda pada siang hingga sore hari.
Waktu tersebut dimanfaatkan jamaah untuk beristirahat, mengaji, berzikir, dan berdoa guna menghindari paparan cuaca panas ekstrem di luar tenda.
“Kami juga mengingatkan jamaah agar tidak banyak beraktivitas di luar karena selain cuaca panas, bentuk tenda di Mina hampir sama sehingga rawan tersesat,” kata Sutopo.
KBIHU Multazam Mandiri yang beralamat di Desa Taman Fajar, Purbolinggo, Lampung Timur, telah merintis pendampingan ibadah haji sejak 2006 dengan memberangkatkan 17 jamaah pada tahun pertama.
Pada musim haji 2026, KBIHU tersebut memberangkatkan 151 jamaah yang didampingi sejumlah muthawwif selama pelaksanaan ibadah di Tanah Suci.
Menurut Sutopo, tingginya minat masyarakat Lampung Timur untuk berhaji menjadi motivasi bagi pihaknya untuk terus meningkatkan pelayanan dan pembinaan jamaah.( Red/Laporan Agustobationo dari Mina )











