DEMOKRASINEWS, Bandar Lampung – Persatuan Purnakaryawan Perkebunan Republik Indonesia (P3RI) Ranting Kandir menggelar arisan rutin yang dirangkaikan dengan sosialisasi BPJS Kesehatan di Bandar Lampung. Kegiatan ini menghadirkan narasumber dari Klinik Pratama PTPN 1 Regional 7 guna memberikan pemahaman terkait kepesertaan BPJS serta fasilitas cost sharing bagi purnakaryawan.
Ketua P3RI Ranting Kandir PTPN 1 dan PTPN 4 Regional 7 Bandar Lampung, Budi Firman, mengatakan arisan merupakan program Bidang Hukum dan Sosial yang bertujuan mempererat silaturahmi sekaligus membantu anggota memperoleh hak-haknya sebagai peserta BPJS Kesehatan.

“Arisan ini menjadi sarana silaturahmi dan merajut kebersamaan. Bertemu rekan sejawat dapat membangkitkan semangat dan menambah imun,” ujarnya.
Ia menjelaskan, arisan yang semula dijadwalkan berakhir pada Maret digabungkan pada Februari karena memasuki bulan puasa. Konsekuensinya, peserta melakukan pembayaran dua kali. Selama Ramadan, kegiatan senam ditiadakan agar anggota dapat fokus beribadah.
Selain itu, pengurus juga berencana menggelar peringatan Hari Raya Idul Fitri 1447 H pada April 2026.
Soroti Permasalahan Kepesertaan BPJS
Dalam sesi sosialisasi, Haris Setiadi dari Klinik Pratama PTPN 1 Regional 7 memaparkan sedikitnya 10 permasalahan yang kerap dihadapi purnakaryawan terkait kepesertaan BPJS Kesehatan.
Beberapa di antaranya meliputi data ganda, NIK tidak sesuai atau tidak valid, perbedaan identitas, suami-istri bekerja, terdaftar sebagai Penerima Bantuan Iuran (PBI), belum terdaftar BPJS, hingga keinginan naik kelas perawatan.
Akibat persoalan tersebut, banyak kepesertaan BPJS menjadi tidak aktif.
“Purnakaryawan tidak perlu khawatir. Klinik Pratama siap membantu penyelesaian administrasi dengan membawa identitas asli,” kata Haris.
Fasilitas Cost Sharing
Haris juga menjelaskan keunggulan fasilitas cost sharing yang diberikan perusahaan bagi purnakaryawan yang berobat di Fasilitas Kesehatan (Faskes) Klinik Pratama PTPN 1 Regional 7.
Melalui program ini, peserta yang dirawat di rumah sakit rekanan PTPN 1 Regional 7 dapat naik satu tingkat kelas perawatan tanpa tambahan biaya.
Fasilitas tersebut berlaku di rumah sakit yang bekerja sama dengan PTPN Regional 7 di wilayah Provinsi Lampung, Sumatera Selatan, dan Bengkulu.
Ketua P3RI Cabang, Hadi Asmanto, mengimbau anggota untuk rutin mengecek status kepesertaan melalui aplikasi PANDAWA. Jika terdapat kendala, anggota dapat melapor kepada pengurus atau langsung ke Klinik Pratama PTPN 1 Regional 7.
Respons dan Pertanyaan Peserta
Dalam sesi tanya jawab, Farida menyampaikan kendala kartu BPJS bermasalah akibat perbedaan identitas. Sementara Ishak Ridho Dalimunthe mengeluhkan pengalamannya saat berobat di Jakarta yang sempat ditolak karena tercatat telah tiga kali menggunakan layanan Faskes Pratama.
Menanggapi hal tersebut, Haris menjelaskan bahwa perbedaan identitas dapat dikoreksi dengan membawa dokumen asli. Adapun penggunaan BPJS di luar kota tetap dimungkinkan, namun harus mengikuti regulasi yang berlaku.
Kegiatan berlangsung semarak dan penuh kekeluargaan. Acara diawali dengan berbagai gimmick interaktif dan diakhiri pembagian paket sembako kepada peserta.
“Kami memang tidak mendapat paket Lebaran dari kantor, tetapi melalui arisan dan kebersamaan ini kami tetap merasakan suasana seperti karyawan aktif,” ujar salah satu peserta.(Red/Ato)











