DEMOKRASINEWS, Jakarta – Forum Komunikasi Industri Pertahanan (Forkominhan) menggelar diskusi bersama Burhanuddin Abdullah Center pada Jumat kemarin (6/2/2026). Pertemuan tersebut membahas strategi membangun kemandirian industri pertahanan nasional yang terintegrasi dan berkelanjutan.
Diskusi dipimpin langsung oleh Ketua Forkominhan, Marsda TNI (Purn) Eris Herryanto, S.IP., M.A., didampingi Sekretaris Jenderal Forkominhan Dr. Ir. Imam Supriyadi, M.M., Ketua Bidang Organisasi dan Keanggotaan Dr. Ir. Marzan A. Iskandar, serta Ketua Bidang Hubungan Antar Lembaga Dalam dan Luar Negeri Dr. Ir. Pos Marojahan Hutarbarat.

Pertemuan tersebut menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah, pelaku industri, lembaga riset, serta sektor pendukung lainnya guna mendorong kemandirian industri pertahanan nasional.
Dalam forum itu, Burhanuddin Abdullah menyoroti tantangan utama pengembangan industri pertahanan, yakni belum adanya arah kebijakan yang terstruktur dan konsisten dalam jangka panjang.
“Pemerintah kita belum memiliki kebijakan yang jelas dalam perencanaan industri pertahanan nasional, termasuk bagaimana membangun industri pertahanan yang melibatkan seluruh pemangku kepentingan agar dapat mendorong pertumbuhan ekonomi, kemajuan teknologi, dan pembangunan sektor lainnya,” ujarnya.
Ia menambahkan, diperlukan kerangka kerja (framework) yang disepakati bersama sebagai landasan perencanaan jangka panjang agar pembangunan sektor pertahanan tidak berjalan parsial dan berubah-ubah mengikuti dinamika jangka pendek.
“Pemerintah harus memiliki framework yang disepakati bersama untuk perencanaan jangka panjang dalam membangun pertahanan nasional. Konsistensi sangat diperlukan,” tegasnya.
Diskusi ini diharapkan menjadi langkah awal dalam merumuskan rekomendasi strategis guna memperkuat kebijakan, tata kelola, dan arah pengembangan industri pertahanan nasional, sehingga mampu memberikan dampak luas terhadap pertumbuhan teknologi dan ekonomi nasional. (Red/Rilis Sekretariat Forkominhan)











