DEMOKRASINEWS, Jakarta – Keselamatan kerja menjadi prioritas utama dalam industri pengeboran minyak lepas pantai. PT Pertamina Hulu Energi Offshore Southeast Sumatra (PHE OSES) menegaskan komitmennya melalui penerapan program Corporate Life Saving Rules (CSLR) seperangkat aturan keselamatan yang wajib dipatuhi seluruh pekerja maupun kontraktor di lingkungan kerja perusahaan.
Dalam kunjungan media ke Kalijapat Shorebase, salah satu fasilitas darat penting milik PHE OSES, para jurnalis berkesempatan melihat langsung proses briefing keselamatan kerja sebelum para pekerja naik kapal menuju anjungan lepas pantai.
Para jurnalis juga menyaksikan kegiatan pergantian awak kapal (crew change) serta berdialog dengan para pekerja dalam sesi meet and greet untuk memahami lebih dekat budaya keselamatan yang diterapkan di lapangan.

Meski tidak dapat mengunjungi lokasi pengeboran di laut lepas, para peserta mendengarkan langsung cerita para pekerja yang sehari-hari berhadapan dengan medan kerja berisiko tinggi.
Andi (34), seorang teknisi lapangan, menuturkan bahwa setiap kali bertugas ia selalu mengingat pentingnya disiplin terhadap aturan keselamatan.
“Bekerja di laut penuh tantangan. Kalau lengah sedikit saja, akibatnya bisa fatal. Karena itu kami selalu mengikuti briefing keselamatan sebelum naik kapal,” ujarnya.
Sementara itu, Iqbal Nur Bayu, Manager Central Business Unit PHE OSES, menjelaskan bahwa seluruh pekerja yang bertugas di lapangan wajib mengikuti pengarahan keselamatan sebelum berangkat.
“Pekerjaan pengeboran minyak menuntut ketelitian sangat tinggi. Satu kesalahan kecil bisa berdampak besar terhadap keselamatan diri dan kelancaran operasi,” ungkapnya.

Sepuluh Aturan Hidup Selamat di Laut dan Darat
Program Corporate Life Saving Rules (CSLR) disusun berdasarkan pengalaman dan catatan historis kecelakaan yang pernah terjadi di lingkungan Pertamina. Aturan ini bertujuan mencegah kejadian serupa terulang, sekaligus membangun budaya keselamatan yang kuat di seluruh lini kerja.
Terdapat 10 elemen utama CSLR, yaitu:
- Alat & Peralatan (Tools & Equipment): memastikan penggunaan alat yang sesuai dan layak pakai.
- Izin Kerja (Permit To Work): menggunakan sistem izin kerja untuk setiap aktivitas berisiko.
- Isolasi (Isolation): menjamin sumber energi berbahaya terisolasi dengan benar.
- Ruang Terbatas (Confined Space): mengendalikan risiko saat bekerja di ruang terbatas.
- Angkat Angkut (Lifting Operation): menyusun dan memahami rencana pengangkatan beban dengan aman.
- Bekerja di Ketinggian (Working at Height): mengelola risiko pekerjaan di tempat tinggi.
- Fit To Work: memastikan kesiapan fisik dan mental pekerja sebelum bekerja.
- Pelampung Pribadi (Personal Flotation Device/PFD): menggunakan pelampung sesuai standar saat beraktivitas di laut.
- Pengabaian Sistem (System Override): mengendalikan risiko ketika sistem keselamatan dinonaktifkan.
- Integritas Aset (Asset Integrity): menjaga keandalan dan kondisi aset perusahaan agar tetap aman.
Seluruh aturan tersebut dirancang bukan hanya untuk melindungi pekerja, tetapi juga menciptakan lingkungan kerja aman bagi kontraktor, mitra kerja, dan seluruh pihak yang terlibat dalam operasional perusahaan.
Program CSLR menjadi bagian integral dari standar Health, Safety, Security, and Environment (HSSE) Pertamina. Penerapannya diawasi langsung oleh manajemen tertinggi agar dijalankan secara konsisten di seluruh wilayah operasi.
Dengan pendekatan ini, Pertamina ingin menegaskan bahwa keselamatan bukan sekadar prosedur teknis, melainkan budaya hidup yang harus melekat dalam setiap aktivitas pengeboran minyak.

Jurnalis Belajar Budaya Keselamatan di PHE OSES
Head of Communication, Relation & CID PHE OSES, Indra Darmawan, menyampaikan bahwa kegiatan kunjungan media memiliki arti penting, bukan hanya sebagai sarana edukasi keselamatan kerja, tetapi juga untuk memperkuat hubungan perusahaan dengan insan pers.
“Ini salah satu bentuk komitmen kami untuk meningkatkan kapasitas, baik bagi masyarakat maupun rekan-rekan media,” ujarnya.
Menurut Indra, melalui kunjungan ini para jurnalis diharapkan memperoleh wawasan mendalam tentang operasional PHE OSES dan pentingnya penerapan budaya keselamatan di industri migas.
Informasi tersebut diharapkan dapat memperkaya karya jurnalistik, terutama menjelang ajang Anugerah Jurnalistik Pertamina (AJP) 2025 dan Aksara Award, yang memberikan apresiasi bagi karya terbaik insan pers.
“Kegiatan ini menegaskan komitmen PHE OSES untuk menjaga transparansi, membangun komunikasi terbuka, dan melibatkan media sebagai mitra strategis dalam menyampaikan informasi kepada publik,” tutupnya. (Red/Pri)











