DEMOKRASINEWS, Lampung Timur – Memasuki hari ke-3 pelaksanaan program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-124, prajurit TNI dari Kodim 0429/Lampung Timur yang tergabung dalam Satgas TMMD bersama warga Dusun I, Desa Itik Rendai, Kecamatan Melinting, terus menunjukkan kerja sama yang solid dalam pengerjaan sasaran fisik berupa pembangunan jalan onderlagh sepanjang 1.129 meter.
Antusiasme dan semangat gotong royong tampak jelas sejak masa pra-TMMD hingga pelaksanaan hari ini. Warga secara sukarela turut serta bersama TNI dan Polri dalam kegiatan pembangunan infrastruktur jalan yang sangat dibutuhkan masyarakat setempat.
Terpisah, Komandan Satuan Tugas (Dansatgas) TMMD Reguler ke-124 Kodim 0429/Lamtim, Letkol Arm Arief Budiman, S.Sos., M.M., menuturkan bahwa kehadiran TMMD bukan hanya fokus pada pembangunan fisik dan nonfisik, tetapi juga bertujuan membangkitkan kembali nilai-nilai luhur bangsa, khususnya semangat gotong royong yang saat ini mulai terkikis oleh perkembangan zaman.

“Tanggung jawab untuk membangun suatu daerah harus dilakukan dengan cara musyawarah dalam memutuskan dan gotong royong dalam bekerja. Selama ini kekuatan rakyat tidak lepas dari budaya gotong royong yang merupakan modal sosial. Intinya, gotong royong bukan hanya jiwa bangsa, namun juga sekaligus kekuatan sosial dalam menghadapi masa depan,” jelas Dansatgas.
Ia juga mengapresiasi sinergi yang terjalin antara TNI, Polri, dan masyarakat selama program berlangsung. Kolaborasi tersebut dinilai sangat membantu dalam mempercepat capaian pekerjaan di lapangan.
“Semoga kerja sama yang solid antara TNI, Polri serta warga masyarakat mampu menyelesaikan pengerjaan sasaran fisik tepat waktu sesuai rencana. Sehingga hasil dari pembangunan ini dapat memberikan manfaat nyata dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat Desa Itik Rendai,” tegasnya.
Program TMMD ini diharapkan tidak hanya meninggalkan hasil fisik berupa infrastruktur, tetapi juga memperkuat semangat kebersamaan dan rasa memiliki antarwarga serta aparat negara. Kehadiran TMMD menjadi bukti nyata bahwa pembangunan yang partisipatif dan berbasis gotong royong masih sangat relevan dan dibutuhkan di tengah masyarakat. (Red/Pri/Rls Pendim 0429/Lamtim)











