DEMOKRASINEWS, Bandar Lampung – Lomba Nyanyi Nostalgia Khusus Pensiunan yang digelar pada tanggal 13-14 Februari 2025 berhasil mencuri perhatian banyak peserta dan penonton. Acara yang diadakan dengan tujuan memberikan wadah bagi pensiunan untuk menampilkan bakat bernyanyi ini dimulai dengan pembukaan oleh Ketua Panitia, Don Peci.
Beliau menyampaikan bahwa pada Kamis, (13/2/2025), digelar semifinal untuk kategori putra yang diikuti oleh 34 peserta. Sepuluh peserta terbaik akan dipilih untuk melaju ke babak final. Sementara itu, semifinal untuk kategori wanita berlangsung pada Jumat, 14 Februari, juga diikuti oleh 34 peserta, dengan sepuluh terbaik yang akan masuk final.
Final lomba akan disiarkan langsung di Mitra TV, kebanggaan masyarakat Lampung, dan juga dapat disaksikan melalui live streaming di YouTube di kanal https://www.youtube.com/live/oILIRH2GfE8?si=hg4hgTOvxr5DOX-i.

Dalam acara semifinal, Herry Giok, perwakilan dari PTPN dengan nomor urut 2, menyanyikan lagu Hati yang Terluka karya Broery Marantika dengan nada dasar BM. Penampilannya yang memukau mendapat sambutan meriah dari para penonton. Acara ini dipandu oleh Supriati dari Mitra TV, yang dengan penuh semangat menyapa para peserta dan penonton yang hadir, menciptakan suasana yang hangat.
Dewan juri yang menilai lomba terdiri dari Eldy, Santoso, dan Tutik, yang memang ahli di bidang tarik suara. Penilaian didasarkan pada empat kriteria: materi vokal, teknik, interpretasi, dan penampilan.
Salah satu penampilan yang mencuri perhatian adalah Arwan Ismail, perwakilan dari PPI Kota Bandar Lampung, yang tampil dengan lagu Biarlah Bulan Bicara nada dasar Am dan tempo 67. Dengan penuh percaya diri, Arwan mendapatkan aplaus luar biasa dari peserta dan penonton.
Acara ini juga dihadiri oleh seluruh peserta pria dan wanita, serta para suporter masing-masing peserta. Nenny dari Komunitas Madu Anugrah turut meramaikan acara dengan membuka stand yang menambah semarak suasana.
Lomba Nyanyi Nostalgia Khusus Pensiunan ini menjadi ajang yang penuh antusiasme dan semangat, memperlihatkan bakat luar biasa dari para pensiunan yang dengan penuh percaya diri tampil memukau. Final yang akan datang menjanjikan sajian menarik yang tak boleh dilewatkan. (Red/Ato)











