DEMOKRASINEWS, Bandung – Wakil Menteri Pekerjaan Umum (PU) Diana Kusumastuti mendampingi Menteri Luar Negeri (Menlu) Sugiono dalam peninjauan Gedung Merdeka dan Museum Konferensi Asia Afrika (KAA) di Bandung, pada Selasa (14/1/2025). Tinjauan ini dilakukan sehubungan dengan rencana pemugaran Gedung Merdeka yang merupakan salah satu cagar budaya Indonesia.
Diana Kusumastuti menjelaskan bahwa Gedung Merdeka memiliki nilai sejarah yang sangat penting bagi bangsa Indonesia. Dalam proses renovasi cagar budaya ini, teknis pengerjaan akan berfokus pada pemulihan material ke bentuk aslinya. Ia menekankan bahwa yang lebih penting adalah memastikan pemanfaatan dan pengelolaan gedung tersebut dilakukan dengan baik. Renovasi ini akan melibatkan Kementerian Luar Negeri dan Kementerian Kebudayaan, selain Kementerian PU.
“Kami telah melakukan observasi terkait kerusakan bangunan, yang meliputi aspek struktur, mekanikal, dan elektrikal. Beberapa penurunan tanah juga telah terjadi, kemungkinan akibat penurunan muka air tanah. Karena gedung ini dekat dengan sungai, renovasi akan membutuhkan Rekomendasi Teknis (Rekomtek) dari Ditjen Sumber Daya Air,” ujar Wamen Diana.

Menlu Sugiono menambahkan, kerusakan Gedung Merdeka saat ini cukup intensif dan perlu segera diperbaiki. Menurutnya, Gedung Merdeka bukan hanya sekadar cagar budaya, tetapi juga merupakan simbol penting dalam diplomasi Indonesia. “Ini adalah salah satu cagar budaya dan menurut saya cagar diplomasi Indonesia yang harus kita pertahankan dan lestarikan,” ujar Menlu Sugiono.
Revitalisasi Gedung Merdeka bertujuan untuk meningkatkan kualitas bangunan sebagai cagar budaya, serta menjadikannya sebagai landmark kawasan dan destinasi wisata. Rencana revitalisasi mencakup berbagai pekerjaan, antara lain pekerjaan persiapan, perbaikan struktur, arsitektur, serta aspek mekanikal, elektrikal, dan plumbing (MEP).
Revitalisasi ini diharapkan dapat memperkuat peran Gedung Merdeka sebagai salah satu situs bersejarah yang penting bagi Indonesia, serta meningkatkan daya tarik kawasan Bandung sebagai tujuan wisata budaya dan sejarah. (Red/Rls Hms Kementerian PU)











