DEMOKRASINEWS, Karangasem – Hujan dengan intensitas tinggi yang terjadi pada Kamis (12/12/24) menyebabkan terjadinya banjir yang cukup besar di beberapa wilayah di Bali, khususnya di Kabupaten Karangasem. Kejadian tersebut mengakibatkan satu orang korban jiwa, yaitu I Kadek Garda Armed (10 tahun), yang terseret arus banjir di Banjar Batu Miyeh, Desa Tianyar Barat, Kecamatan Kubu, Kabupaten Karangasem.
Berdasarkan laporan yang diterima dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), korban ditemukan dalam keadaan meninggal dunia setelah terseret arus banjir yang terjadi secara tiba-tiba. Kejadian ini menjadi pengingat akan potensi bencana yang dapat muncul akibat hujan lebat dan cuaca ekstrem.
Selain korban jiwa, laporan awal juga menyebutkan bahwa tidak ada warga yang mengungsi atau terdampak secara signifikan, serta tidak terdapat kerugian materiil yang cukup berarti. Kondisi terkini menunjukkan bahwa banjir di wilayah tersebut sudah mulai surut, namun pihak berwenang tetap melakukan pemantauan untuk memastikan keamanan masyarakat setempat.

Setelah kejadian tersebut, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bangli telah bekerja sama dengan aparat setempat serta keluarga korban untuk melakukan pendataan dan penanganan lebih lanjut. BPBD juga terus melakukan upaya koordinasi dengan pihak terkait untuk memastikan tidak ada lagi dampak lebih lanjut dari bencana ini.
Menanggapi bencana ini, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mengimbau agar seluruh Pemerintah Daerah di wilayah Bali, khususnya Kabupaten Bangli, meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi bencana yang mungkin terjadi akibat cuaca ekstrem yang sedang melanda Indonesia. BNPB meminta agar masyarakat tetap berhati-hati, terutama di daerah yang rentan terhadap banjir dan tanah longsor.
Selain itu, BNPB juga mengingatkan orang tua agar selalu memperhatikan anak-anak mereka dalam beraktivitas, terutama di luar ruangan, saat cuaca sedang tidak menentu. Cuaca ekstrem yang terjadi belakangan ini dapat mengancam keselamatan, sehingga orang tua diharapkan untuk memberikan pengawasan yang lebih ketat untuk mencegah terjadinya kecelakaan yang serupa di masa mendatang.
BNPB juga menekankan pentingnya kesiapsiagaan dalam menghadapi cuaca ekstrem. Masyarakat diminta untuk mengikuti informasi cuaca yang dikeluarkan oleh instansi terkait, serta selalu waspada terhadap tanda-tanda ancaman bencana seperti hujan deras yang berkepanjangan, genangan air yang meningkat, dan peringatan dari BPBD setempat.
Pemerintah daerah diminta untuk terus memperkuat upaya mitigasi dan memberikan edukasi kepada masyarakat mengenai langkah-langkah yang harus diambil dalam menghadapi cuaca ekstrem. BNPB berharap, dengan adanya kesadaran dan kewaspadaan yang lebih tinggi, kejadian-kejadian serupa dapat diminimalisir di masa depan. (Red/Rls BNPB RI)











