DEMOKRASINEWS, Bandar Lampung – Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Lampung melalui Bidang Pendidikan Agama dan Pendidikan Keagamaan Islam (PAPKI) mengadakan Bimbingan Teknis (Bimtek) Bantuan Operasional Pendidikan Madrasah Diniyah Takmiliyah (BOP MDT) di Aula Pepadun ,Selasa ( 14 /12 2021).
Kegiatan tersebut, dibuka oleh Kepala Seksi Pendidikan Diniyah, Takmiliyah dan Pendidikan Al Quran Hj. Eny Rahmiati, SH, M.Ag, mewakili Plt. Kepala Bidang Papki dan didampingi langsung Staf dari Subdit Pendidikan MDT Ahmad Chair Maulida.
Dalam sambutannya, Eny mengapresiasi Lembaga MDT yang turut aktif dalam memperbarui data EMIS. Sehingga lembaga tersebut dapat segera menerima bantuan BOP.
“Dengan adanya penerima bantuan tersebut, diharapkan lembaga tidak kendor dalam pengisian data santri di EMIS. Terdapat 21 penerima BOP MDT mendapatkan bantuan sebesar Rp. 15 juta per-lembaga di Provinsi Lampung,” ujarnya.
Berikut ini merupakan lembaga MDT yang mendapatkan BOP Tahun 2021:
Sirojuttholibin Bandar LampungMiftahul ‘Ulya Metro.
Wustho Miftahul Huda Mathla’ul Anwar Lampung Barat.
Badrul Huda Lampung Selatan.
MDT Al Barokah Lampung Tengah.
MDT Tri Bakti Al Falah Lampung Tengah.
MDT Nurul Islam Lampung Tengah.
MDT Nurul Huda Lampung Tengah.
MDT Al-Ikhlas Lampung Tengah.
MDT Nurul Ikhlas Lampung Tengah.
MDT Nurul Huda Lampung Tengah.
MDT Al Hilal Lampung Tengah.
Al Ikhlas Lampung Tengah.
MDT Darusalam Lampung Tengah.
Al Asyar Lampung Timur.
Nurul Huda Lampung Timur.
Daarul Huda Lampung Utara.
MDT Badrul Huda Pesawaran.
MDT Al Qodir Tanggamus.
Mathla’ul ‘Ulum 02 Tulang Bawang Barat.
Al- Ghozali Tulang Bawang.

Dalam pelaksanaan Bimtek ini hadir Anggota Komisi VIII DPR RI dari Fraksi PDI Perjuangan Dapil Lampung Dua, I Komang Koheri SE dan Anggota DPRD Lampung Ni Ketut Dewi Nadi. Adapun tugas dari DPR dalam rangka melakukan pengawasan terhadap lembaga yang menerima BOP MDT,” jelas Komang.
“Saya sangat mengapresiasi kepada Kementerian Agama pusat, karena programnya dapat terlaksana dengan baik. Kepada sejumlah lembaga yang telah menerima BOP, diharapkan dananya bisa digunakan sebaik mungkin,” kata Komang Koheri.
Untuk diketahui, bantuan dalam bentuk BOP ini diberikan kepada pesantren dan lembaga pendidikan Keagamaan Islam yang aktif menyelenggarakan kegiatan pembelajaran. Pesantren atau lembaga tersebut harus terdaftar pada Kantor Kementerian Agama. Status terdaftar ini dibuktikan dengan Nomor Statistik Lembaga.” pungkas Komang Koheri.(*)
Pewarta – Fahmi.
Tim DemokrasiNews











