DEMOKRASINEWS, Lampung Tengah – Menyikapi peristiwa kebakaran di Lembaga Pemasyarakatan Kelas I ( Satu ) Tangerang Banten beberapa hari lalu, Lapas kelas II-B Gunung Sugih menggandeng Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Lampung Tengah untuk menggelar simulasi dan pengarahan. Simulasi ini bertujuan untuk mendeteksi awal peristiwa serta penanganannya. Sedangkan disisi lain juga sebagai penguatan keamanan serta ketertiban di dalam Lapas.
Kegiatan ini dilaksanakan di Aula Dr. Suhardjo Lembaga Pemasyarakatan Kelas II-B pada Selasa siang (14/09/2021) dan diikuti oleh seluruh petugas Lapas. Kegiatan ini dilaksanakan tetap mematuhi protokol kesehatan sesuai peraturan pemerintah untuk menekan penyebaran virus Covid-19.

Dalam kegiatan simulasi ini materi awal disampaikan oleh Abror Wakil dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Lampung Tengah tentang manajemen keselamatan serta mitigasi bencana khususnya kebakaran.
Materi ini langsung disimulasikan oleh Isrianto seorang instruktur dari BPBD dihalaman Lapas dan diikuti oleh petugas Lapas, Kepala Lapas, Staf dan seluruh regu pengamanan Lapas serta WBP khusus petugas dapur. Adapun beberapa peralatan simulasi yang digunakan antara lain kain basah atau karung basah serta tabung APAR berisi racun api untuk memadamkan api.
Daniel Arif Kepala Lembaga Pemasyarakatan Kelas II-B Gunung Sugih mengatakan, kegiatan ini bertujuan mendeteksi atau memitigasi awal setiap peristiwa sebelum terjadi maupun saat kejadian. Hal ini merujuk pada peristiwa terjadinya kebakaran di Lapas Kelas I Tangerang Banten beberapa waktu lalu.
“Jika simulasi atau penguatan keamanan ini dapat dipahami petugas Lapas, maka dengan mudah mencari faktor penyebab peristiwa tersebut.” Kami atas nama Lapas Kelas II-B Gunung Sugih mengucapkan terima kasih kepada BPBD Lampung Tengah atas kesediaan waktu serta ilmunya dalam kegiatan ini, ” jelas Daniel Arif. (*)
Peawarta Fahmi
Tim DemokrasiNews











