DEMOKRASINEWS, Lampung Tengah – Mengenaskan, di tengah derasnya program dan bantuan sosial bagi warga miskin, ternyata masih ada seorang nenek miskin, hidup sebatang kara dan sakit sakitan luput dari perhatian.
Mbah Manise (60) warga Dusun Karang Sari, Kampung Pajar Bulan, Kecamatan Gunung Sugih, Kabupaten Lampung Tengah itu tinggal sendiri dirumah geribik dan berlantai tanah. Saat sehat, Mbah mengais rizki dengan cara mencari blarak di buat sapu lidi dan menjualnya.
Dengan keliling kampung, Mbah Manise menjual sapi lidinya seharga Rp.1000 sampai Rp.3000 pe ikat. Ia tidak mempunyai keluarga dan hanya hidup sebatang kara, bahkan tempat yang ia tinggali saat ini juga bukan miliknya.
“Mbah Manise perlu perhatian dari pemerintah karena dia hidup seorang diri dan tidak mempunyai anak. Suaminya sudah lama meninggal dan hanya menggantungkan hidup dari menjual sapu lidi,” ujar Jarwo warga setempat, Kamis (25/3/2020).
Namun, lanjut Jarwo, saat ini kondisinya sedang sakit dan tidak pernah mendapatkan bantuan berupa PKH, BPNT maupun bantuan sosial lain dari pemerintah. Ia hanya berjualan sapu lidi dan uluran tangan tetangga untuk mencukupi kebutuhan hidup.
“Yang saya tau, Mbah Manise ini tidak pernah mendapatkan bantuan dari pemerintah sama sekali, baik bantuan PKH, BPNT maupun bantuan lain dari pemerintah. Padahal pemerintah sedang gencar-gencarnya mengeluarkan bantuan sosial,” tandasnya.
Ia berharap pemerintah dapat membantu kehidupan yang layak untuk Mbah Manise. “Kepada tetangga dan para dermawan, saya mohon kerelaan hati untuk membantu Mbah Manise yang saat ini sedang terbaring sakit,” harpanya.
Pewarta : Fahmi











