DEMOKRASINEWS, Kendari – Himpunan Mahasiswa Jurusan Pendidikan Ekonomi FKIP Universitas Halu Oleo mengadakan kegiatan tahunan Latihan Dasar Kepimpinan (LDK) pada tanggal 26-28 Februari 2020 bertempat di Pantai Nambo di Kota Kendari.
Pada kegiatan tersebut jumlah mahasiswa baru yang hadir sekitar 79 orang. Jumlah merupakan hal biasa pada setiap angkatan mahasiwa baru mengikuti Latihan Dasar Kepemimpinan, akan tetapi baru-baru ini masyarakat Kota Kendari di kagetkan dengan beredarnya video yang menunjukkan tindakkan yang di duga menyiksa para peserta LDK.
Bahkan tidak sedikit masyarakat yang berkomentar miring atas tindakkan para senior dan panitia LDK HMJ Pendidikan Ekonomi yang saat ini telah beredar luas.
Ketua Jurusan Pendidikan Ekonomi Universitas Halu Oleo, Edy Karno pun angkat bicara, menurutnya kegiatan LDK tersebut merupakan bagian dari kreatifitas mahasiswa untuk membina mental dan keakraban antara mahasiswa senior dan junior di jurusan.
Ketika ditemui untuk di wawancarai Ketua HMJ Pendidikan Ekonomi, Ilon Sahputra mengakui bahwa ada kelalaian dalam proses Latihan Dasar Kepemimpinan yang mereka adakan.
“Saya menyadari bahwa ada kelalaian yang dilakukkan panitia, tetapi apa yang tampak dan beredar di video LDK HMJ Pendidikan Ekonomi adalah bagian dari kesepakatan antara panitia bahkan juga sebelum video tersebut di rekam oleh masyarakat yang menyaksikkan kegiatan LDK kami pun, sebenarnya sudah disepakati langsung oleh seluruh peserta LDK untuk.” ujar Ilon Saputra.
Menurut Ilon Saputra Ketua HMJ Pendidikan Ekonomi FKIP UHO, bahwa seluruh rangkaian kegiatan yang tampak pada video viral di Kota Kendari tersebut telah mendapat kesepakatan langsung dari seluruh peserta, sehingga tidak ada sedikit pun keluhan yang keluar dari para peserta LDK Pendidikan Ekonomi FKIP UHO.

Ketua angkatan mahasiswa Pendidikan Ekonomi 2020, Agung Darma Triadi ketika di wawancarai di gedung bahasa FKIP UHO pada tanggal 2 Maret 2020, ia mengatakan bahwa video yang beredar bukan merupakan bentuk penganiayaan, akan tetapi merupakan bentuk dari konsistensi seniro dan panitia dalam membentuk karakter para mahasiswa baru.
“Melalui wawancara ini, saya ingin menegaskan bahwa video yang beredar dengan durasi 1 menit 48 detik itu adalah bukan penganiayaan, akan tetapi pembentukkan karakter dan mental kami dari senior dan juga panitia” ujar Agung
“Saya juga ingin mengucapkan terimakasih kepada seluruh senior-senior yang telah membimbing kami selama 3 hari 2 malam, tidak ada rasa dendam seperti yang di sangkakan kepada kami” tutup Agung Darma Triadi.
Walaupun seluruh mahasiswa baru Pendidikan Ekonomi FKIP UHO yang mengikuti LDK merasa tidak keberatan dengan yang mereka alami akan tetapi Ilon Saputra selaku Ketua HMJ, menyampaikan permohonan maaf kepada seluruh masyarakat yang merasa terganggu dengan adegan-adegan di video yang beredar tersebut.
“Saya selaku ketua HMJ pendidikan Ekonomi FKIP UHO dengan penuh kerendahan hati memohon maaf yang sebesar-besarnya kepada seluruh masyarakat yang resah dan tidak nyaman ketika mennonton video LDK kami yang beredar, tidak ada niat sedikit pun dari kami yang ingin mencelakakan adik-adik kami di jurusan”. Tutup Ilon Saputra.
Pewarta : Fitra Wahyuni











