DEMOKRASINEWS, Tanggamus – Mengingat masih banyaknya penerima Bantuan Langsung Tunai Dana Desa (BLT DD) yang belum terkafer di Pekon Guring, Kecamatan Pematang Sawa, Kabupaten Tanggamus, pemerintah pekon mengadakan Musdesus dengan dihadiri Pj kepala pekon dan perangkatnya, BHP, lembaga-lembaga pekon, dan masyarakat Pekon Guring.
Pada musyawarah yang di pimpin oleh Amrizal selaku Pj Kakon itu, terungkap maksud dan tujuan diadakannya Musdesus. “Ditahun 2019 untuk penyaluran BLT DD kami tidak mengalami kendala dan tepat sasaran, untuk di tahun 2020 karena adanya perubahan di masyarakat dan adanya tumpang tindih bantuan KPM PKH maka hari ini kami mengadakan Musdessus,” terang Amrizal (Jum’at 26/2/21).
Masyarakat yang hadir saling menyampaikan pendapat baik BHP maupun kasus sebagai perwakilannya. Setelah beradu argumen dapat di ambil kesimpulan adanya penambahan KPM penerima BLT DD.
“Dari 331 KK warga Pekon Guring adapun KPM PKH ada 53 KK, KPM BST ada 94 KK, KPM BPNT ada 63 KK dan untuk KPM sembako covid ada 21 KK, ditahun lalu untuk penerima BLT DD 114 KK dengan adanya warga yang belum terkafer oleh bantuan yang ada maka disepakati penambahan 23 KPM untuk mendapat BLT DD,” tutupnya.
Semua yang hadir menyetujui hasil musdesus, Bapak Salehuddin selaku kepala pekon terpilih sangat mengapresiasi keputusan ini.” Saya sebagai kakon terpilih sangat mendukung dan saya berjanji akan menjalankan amanah ini nantinya,” kata Saleh.
Demokrasinews menanyakan terkait adanya ketidak tranparannya KPM PKH dari pendamping lokal (PL), namun mereka tidak mengetahui karena PKH bukan ranahnya. “Tugas kami hanya selaku PL yang bertugas memfasilitasi terkait KPM BLT DD dan untuk KPM PKH itu bukan ranah kami, selama ini juga kami belum pernah berkomunikasi dengan para pendamping PKH,” kata Mustakim (PL),” pungakasnya.
Pewarta : Suhaili











