DEMOKRASINEWS, Tanggamus – Sopiyati warga Pekon Datar Lebuay, Kecamatan Air Naningan, Kabupaten Tanggamus yang nekat menuntut haknya dengan datang ke Dinas Sosial Senin lalu kondisinya memang sangat memprihatinkan. Ia hidup berdua dengan seorang suami renta di rumah sangat sederhana.
Namun, ulahnya dengan datang ke Dinas Sosial Tanggamus itu di nilai telah membuat malu aparat pekon setempat. Mereka menyesalkan ulah Sopiyati karena selama ini pihak pekon selaku memperhatikan keberadaannya.
“Kami aparat Pekon Datar Lebuay sangat menyayangkan perbuatan ibu Sopiyati karena selama ini dia sudah terima BPNT dan selama Covid sudah 3 kali mendapatkan bansos, tapi kenapa tega dia mempermalukan kami sebagai aparatur di bawah,” kata Ahmad Toyib selaku Carik pekon setempat.
Dijrlaskan Toyib, selama 2 bulan belakangan ini Sopi memang belum terima beras dari program BPNT karena informasi dari pengurusnya saldonya masih kosong. Sementara untuk Bansos di karenakan sudah menerima BPNT dari pihak Kantor Pos undangan untuk Sopi tidak di keluarkan.
Sopiyati yang tampak kelelahan usai dari Kantor Dinas Sosial menyapaikan permintaan maaf karena ulahnya sudah membuat malu banyak pihak. Ia mengaku kapok dan berjanji tidak akan mengulangi lagi.
“Kemarin itu saya bingung pak mau minta dipekon sudah malu, mau ngutang ke warung keadaan lagi kayak gini, jadi ya terpaksa saya ke dinas sosial dan bupati karena butuh makan,” kata Sopi sambil mengiba.
Sopi, mengaku sudah 2 bulan terakhir tidak terima beras dari Program BPNT dan bantuan sosial, ia pun kalut dan nekat. “Saya mohon maaf dan saya ucapkan terimakasih ke semua orang yang telah membatu saya, terutama ke pada bapak wartawan karena ulah saya ikut jadi ngrepot,” ucapnya.
Atas kejadian tersebut pihak pekon sudah berupaya semaksimal mungkin untuk memenuhi semua keperluan warganya terutama di bidang bantuan Sosial. Sedangkan kartu KKS milik Sopiyati memang sudah ada sejak dulu dan bukan baru.
Pewarta : Suhaili











