DEMOKRASINEWS, Tanggamus – Lantaran cluster Covid-19 terus bertambah, Tanggamus di nyatakan sebagai wilayah zona merah. Guna mengisi waktu luang, sebagian warga membuat kesibukan dengan mencari dan menunggu buah durian.
Meski musim kali ini hanya panen penyelang, namun harga eceran buah berduri tersebut bisa tembus Rp 50 ribu perbuah. Hal ini bisa terjadi karena buahnya jarang dan tidak semua pohon berbuah. “Harga perbuah Rp 50 ribu karena ini jatohan pak,” kata Minan, Sabtu (23/1).
Lantaran mahal, 3 orang yakni Heri, Suhaili dan Pram, ingat di kebun kerabatnya terdapat banyak pohon durian dan berniat untuk mencarinya. Kebun Duren milik Hendra (35) di daerah Benawang, Pekon Penanggungan, Kota Agung Barat itu berada di wilayah pedalaman.
Sembari refreshing beberapa orang pergi kesana, walaupun perjalanan penuh tantangan karena motor tidak sampai di kebun, dan harus berjalan kaki dengan tanjakan terjal dan harus menyebrangi sungai.”Sambil maen kita cari durian di kebun kerabat, kebetulan dia (Hendra) lagi di kebun nunggu durian jatuh,” ujar Heri.
Namun, upaya keras dan rasa lelah yang mereka lakukan akhirnya terobati setelah seharian menunggu durian jatuh akhirnya mendapatkan hasil memuaskan. Puluhan durian ranum dan matang pun di temukan jatuh dari pohon.
Sementara, di tempat pengepul sudah parkir sebuah mobil hendak membawa durian ke wilayah Bekasi. Di sana, harga durian cukup lumayan mahal tapi pesaran sepi karena pandemi. “Lumayan mahal, tapi pasaran sepi,” kata Suhaini pengepul.
Ia mengaku beli durian mentah lokal dari petani Rp 15 ribu perbuah. Sedangkan yang Montong Rp 30 ribu. “Untungnya si lumayan, tapi karena sepi pembeli dan kos mahal ujung-ujungnya ya sama aja,” keluhnya.
Pewarta : Suhaili
Editor : Roy











