DEMOKRASINEWS, Pesawaran – Baru beberapa bulan dibangun, gerbang desa (Gapura) batas Desa Bayas Jaya, Kecamatan Way Khilau sudah terlihat kusam. Bangunan yang dibiayai melalui Anggaran Pendapatan Dan Belanja Desa (APBDes) Tahun 2020 itu catnya sudah mulai pudar dan rontok.
“Kalau tidak salah gapura itu mulai dibangun bulan sembilan, dan pengerjaannya selesai sekitar sebulan. Jadi baru sekitar 4 bulan rampung dikerjakan, tapi catnya sudah melepuh dan ada kerontokan,” ujar salah satu warga berinisial ZL (35), Kamis (7/1/2021).
Diungkapkan ZL, pengerjaan gapura tersebut ditangani langsung oleh Darwis selaku Kepala Desa Bayas Jaya dengan melibatkan 4 orang pekerja. “Pengerjaan Gapura ini ditangani langsung Pak Kades, yang dikerjakan empat orang,” ungkapnya.
Kepada awak media, ZL menjelaskan bahwa pembangunan gapura batas desa tersebut memang sudah di anggarkan dalam RAPBDes Tahun 2020.
“Dalam RAPBDes Bayas Jaya memang sudah dianggarkan untuk pembangunan gapura ini, hanya saja sangat di sayangkan kualitas pembangunannya kurang bagus,” keluhnya.
Berdasar pantauan di lapangan, Gapura dibangun dengan tinggi sisi kiri 350 cm, lebar 70 cm dan sisi bagian kanan setinggi 350 cm, panjang sekitar 4 cm. Kemudian jarak antara tiang cor dan dinding bata, ada plat seng sekitar 40 cm.
Hingga berita ini diturunkan, Kepala Desa Bayas Jaya Darwis belum bisa di konfirmasi. Saat didatangi kantornya, kantor desa tertutup dan pintu terkunci padahal masih jam kerja.
Pewarta : Andi Junaidi
Editor : Roy Choiri











