• Landing Page
  • Shop
  • Contact
  • Buy JNews
Jumat, April 17, 2026
  • Login
Demokrasinews.co.id
  • Beranda
  • Nasional
  • Tokoh
  • Kesehatan
  • Politik
  • Ekonomi
  • Edukasi
  • Hukum & Kriminal
  • Peristiwa
  • Advertorial
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Nasional
  • Tokoh
  • Kesehatan
  • Politik
  • Ekonomi
  • Edukasi
  • Hukum & Kriminal
  • Peristiwa
  • Advertorial
No Result
View All Result
Demokrasinews.co.id
No Result
View All Result
Home Uncategorized

Money Politik Ancam Rusaknya Demokrasi Di Pilkada Serentak Ditengah Pandemi

DemokrasiNews
26/11/2020
in Uncategorized, Opini
Money Politik Ancam Rusaknya Demokrasi Di Pilkada Serentak Ditengah Pandemi

DEMOKRASINEWS – Terjangan Money Politik jelang perhelatan Pilkada serentak masa Pandemi Covid-19 menjadi momok dalam ber-Demokrasi.

Politik uang menjadi praktik kesenangan politisi yang haus akan sebuah kekuasaan, Politisi seperti ini rela menjual tanah, menggadaikan harta, atau meminjam dana segar untuk membeli suara masyarakat.

Di tengah pandemi covid-19 yang sangat berdampak pada segala sektor kehidupan masyarakat, hal ini yang paling terasa adalah terganggunya aktifitas perekonomian, bukan hanya mengganngu neraca keuangan Negara dan Daerah, tetapi juga berpengaruh terhadap tingkat daya beli masyarakat yang sangat jauh menurun.

Money Politik Ancam Rusaknya Demokrasi Di Pilkada Serentak Ditengah Pandemi Money Politik Ancam Rusaknya Demokrasi Di Pilkada Serentak Ditengah Pandemi Money Politik Ancam Rusaknya Demokrasi Di Pilkada Serentak Ditengah Pandemi

Di saat bersamaan, kebutuhan akan biaya pendidikan anak, kebutuhan keluarga yang berdimensi jangka pendek menjadi hal primer yang mesti dipenuhi.

Pemerintahan memaksakan berlangsungnya Agenda Politik yakni Pilkada Serantak 2020 ditengah Pandemi Covid-19, dalam kondisi ekonomi yang tidak stabil maka kemungkinan akan lebih besar terjadinya money politik.

Kenapa akan marak terjadinya money politik di pilkada ini karena proses kampanye para calon kepala daerah berbeda dengan dengan proses pilkada sebelumnya, karna dalam proses kampenye ini sesuai dengan edaran KPU Dan Bawaslu tidak boleh mengumpulkan massa dalam jumlah banyak yang biasa kita sebut kampanye akbar, ini yang mengakibatkan kepanikan bagi calon kepala daerah dalam memamparkan visi dan misinya.

Ditengah kondisi ekonomi yang tidak stabil para calon kepala daerah yang dermawan menjadi dambaan  sebagian warga akan hadirnya sosok pribadi yang bisa memberi dan atau membagi rejeki buat menutupi kebutuhan hidupnya dalam dimensi jangka pendek.

Perilaku warga sebagai penerima dan sosok dermawan sebagai pemberi tidak serta merta mesti dijustifikasi dalam persepsi publik sebagai sosok dan atau oknum yang merusak tatanan kehidupan demokrasi.

Sebab memenuhi kebutuhan perekonomian jangka pendek warga adalah hal yang tidak bisa ditawar-menawar dan memenuhi kebutuhan warga merupakan tindakan yang memiliki dimensi kesalehan sosial. Jika berdasar pada logika kausalitas, money politik menjamur seperti berlakunya hukum Supply and Demand di konteks pasar, disebabkan karena kesejahteraan yang merupakan janji pemimpin tidak dilaksanakan dengan baik.

Olehnya itu, “kesejahteraan sesaat” hanya didapatkan warga pada moment politik formal. Makanya, cara untuk menolak money politik adalah segera wujudkan kesejahteraan warga yang berkeadilan sebagaimana yang pernah dilontarkan oleh pemimpin yang sedang diberi amanah saat ini.

Penulis: Ikhsan Martua Siregar (Ketua Yayasan Rumah Kreasi Indonesia)


Tags: Money PolitikPilkada Serentak 2020

Berita Terkini

Kopi Kiai di Tengah Semarak HUT Lampung Timur ke-27: Cita Rasa Lokal yang Menggerakkan UMKM Desa
Advertorial

Kopi Kiai di Tengah Semarak HUT Lampung Timur ke-27: Cita Rasa Lokal yang Menggerakkan UMKM Desa

DemokrasiNews
15/04/2026
CERDAS: Catatan Redaksi DemokrasiNews.co.id
Opini

“Lampung Timur 27 Tahun: Semangat Sakai Sambayan Menguatkan Arah Pembangunan”

DemokrasiNews
15/04/2026
CERDAS : Catatan Redaksi DemokrasiNews.co.id
Opini

CERDAS : Catatan Redaksi DemokrasiNews.co.id

DemokrasiNews
14/04/2026
“Dari OTT hingga Suara Perantau: Kasus Bupati Tulungagung dan Kritik Tajam yang Terabaikan”
Hukum & Kriminal

“Dari OTT hingga Suara Perantau: Kasus Bupati Tulungagung dan Kritik Tajam yang Terabaikan”

DemokrasiNews
13/04/2026
CERDAS: Catatan Redaksi DemokrasiNews.co.id
Opini

CERDAS: Catatan Redaksi DemokrasiNews.co.id

DemokrasiNews
12/04/2026
CERDAS: Catatan Redaksi DemokrasiNews.co.id
Edukasi

CERDAS: Catatan Redaksi DemokrasiNews.co.id

DemokrasiNews
10/04/2026

Related News

Deddy Wijaya Candra Wakabid Pemuda dan Olahraga DPD PDI Perjuangan Lampung Salurkan Bansos

Deddy Wijaya Candra Wakabid Pemuda dan Olahraga DPD PDI Perjuangan Lampung Salurkan Bansos

07/04/2022
Pencairan Dana BST Tahap Kedua Desa Nyangkowek Cicurug Sukabumi

Pencairan Dana BST Tahap Kedua Desa Nyangkowek Cicurug Sukabumi

11/06/2020
Gubernur Lampung Buka Peringatan Bulan Bakti Karang Taruna Provinsi Lampung

Gubernur Lampung Buka Peringatan Bulan Bakti Karang Taruna Provinsi Lampung

04/10/2023

Laman

  • Privacy Policy
  • Contact
  • Redaksi
  • Beranda

© 2025 DemokrasiNews.co.id

No Result
View All Result
  • Beranda
  • Redaksi
  • Advertorial
  • Nasional
  • Tokoh
  • Sosial Budaya
  • Kesehatan
  • Politik
  • Ekonomi
  • Edukasi
  • Zona Wakil Rakyat
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Olahraga

© 2025 DemokrasiNews.co.id

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
Are you sure want to unlock this post?
Unlock left : 0
Are you sure want to cancel subscription?
https://demokrasinews.co.id/