DEMOKRASINEWS – Ketika situasi pandemi belum berakhir, Pondok Pesantren (Ponpes) Daarut Ta’ibiin memberangkatkan jamaahnya untuk melaksanakan wisata religi yakni ziaroh kemakam Wali 9 di Pulau Jawa.
Guna menjamin jamaah steril dari Covid-19, dari sejak berangkat hingga rombongan kembali ke pondok, Tim Kesehatan dari Puskesmas Tulang Bawang I Banjar Agung antisipasi dengan menerapkan protokol kesehatan terhadap jamaah.
Keleberangkatan jamaah, awalnya sudah di himbau agar menunda keberangkatannya oleh pihak Puskesmas. Namun karena sudah menjadi kesepakatan, jamaah di perbolehkan berangkat tapi dengan syarat tetap mengikuti protokol kesehatan.
Selain itu, pihak panitia juga harus bersedia membuat pernyataan secara tertulis ke setiap peserta disaksikan Kepala Kampung, pihak Puskesmas, Babinkamtibmas dan Babinsa untuk mentaati protokol kesehatan dan bersedia diisolasi mandiri selama 14 hari.
Bertempat dihalaman Ponpes Daarut Ta’ibiin Kampung Tunggal Warga, Kecamatan Banjar Agung, Senin 20/7/2020, tim medis Puskesmas Tulang Bawang I pimpinan Suwartini mewakili KUPTD Arnan Jaya, bersama Kepala Kampung Tunggal Warga Munawar Cahyo menyambut kedatangan dengan protokol kesehatan.
Rombongan berjumlah 110 orang yang terbagi menjadi Dua Bus itu, ketika turun harus bergantian dan disemprot Disinfektan, cuci tangan dan di periksa suhu tubuh serta di catat.
Selain itu pihak Puskesmas juga selalu mengingatkan agar jamaah yang telah melakukan perjalanan dari pulau Jawa mentaati pernyataan yang telah di buat, dengan melaksanakan isolasi mandiri selama 14 hari.
Ali Rohman perwakilan ponpes yang juga mengikuti rombongan ziaroh mengatakan, panitia ikuti peraturan serta ketika di Jawa pun tidak semua tempat ziaroh didatangi, utamanya yang masuk zona merah atau hitam, mengingat keselamatan jamaahnya.
Pewarta : Gunawan
Editor : M. Choiri, S











