DEMOKRASINEWS, Bandar Lampung – Menangapi aksi mahasiswa turun ke jalan menyuarakan tuntutan merupakan salah satu bentuk demokrasi. Akan tetapi mahasiswa harus memahami jati dirinya karena calon generasi penurus bangsa.
Mahasiswa merupakan Generasi kaum intelektual yang akan persiapkan sebagai colon pemimpin bangsa ini. Mahasiswa tidak hanya untuk memimpin komunitas genetasinya semata mata, akan tetapi menjadi panutan dan suri teladan bagi masyarakat dan Bangsanya,” jelas Mingrum Gumay Ketua DPRD Lampung.
Mahasiswa sebagai generasi penerus kepemimpinan, baik di kelembagaan pemerintahan maupun di lembaga lainnya. Mahasiswa juga turut serta bertanggung jawab mencerdaskan kehidupan bangsa.
Selain dituntut kecerdasan mahasiswa juga agar dapat memahami kearifan sosial politik serta budaya di tengah tengah masyarakat dan lingkungannya.
“Tentunya tidak hanya ansick di dalam lingkungan kampus tanpa nilai-nilai yang hidup dan berkembang menurut adat istiadat dan budaya serta religius di masyarakat,” tegas Mingrum.

Oleh karenanya, dalam demensi Indonesia kekinian tentunya penyampaian aspirasi dalam segala bidang, mahasiswa sudah sepatutnya diperjuangkan dan berjuang melalui pola demokrasi yang berkeadapan dengan memperhatikan budaya orang timur serta mengedepan aspek keindonesiaannya.
“Mahasiswa harus menjadi generasi pelopor bangsa, menjaga amanah cita- cita Proklamasi 17 Agustus 1945. Turut serta menjaga kemajemukan dan keutuhan bangsa, bukan sebaliknya terjebak dalam aktivitas tirani mayoritas atas dasar tuntutan demokrasi yang sempit,” tegas Mingrum Gumay.
Menyikapi situasi saat ini, gelombang unjuk rasa terkait Undang-undang Omnibus Law Cipta Kerja terus berlangsung, penyampaian aspirasi sah-sah saja dilakuan masyarakat harus melalui cara-cara yang tepat tanpa menggangu keamanan, ketertiban.
Penyampaian aspirasi yang dilakukan, diharapkan dapat berjalan tertib dan aman tanpa ada tindakan anarkis dan pengerusakan fasilitas negara dan melawan hukum. Sebagai mana kita semua mengetahui pembiayaan pembangunan fasilitas negara itu bersumber APBD ataupun APBN yang kesemuanya itu merupakan uang negara bersumber dari uang rakyat,” jelas Mingrum Gumay.(*)
Tim Redaksi DemokrasiNews











