DEMOKRASINEWS, Tanggamus – Untuk mempermudah akses masuknya tiang listrik (PLN) di 8 Pekon terisolir bagian selatan Kecamatan Pematang Sawa, warga bergotong membuat badan.
Tokoh masyarakat Pekon Way Asahan, M Tohur mengatakan, warga sangat mendambakan PLN dan mobil bisa masuk ke pekon mereka. Setelah mendapat informasi listrik akan masuk sampai ke ujung pekon dari Camat Pematang Sawa, merekapun berinisiatif bergotong royong membuat badan jalan.
“Di bagian selatan Kecamatan Pematang Sawa ada 8 pekon yang terisolir, keluar masuk masyarakat mengunakan jalur laut, dan belum ada penerangan PLN, yaitu, Pekon Tampang Tua, Tampang Muda, Martanda, Kaur Gading, Way Asahan, Tirom, Karang Brak dan Pekon Telukbrak,” kata M. Tohur, Senin (21/9).
Selaku Camat Pematang Sawa, Agus Somad mengatakan bahwa pihak kecamatan sudah sampaikan dengan Bupati Tanggamus, dan berkoordinasi dengan Manajer PT PLN Persero wilayah Lampung, rencana tahun ini tiang listrik (PLN) masuk kewilayah selatan atau ke 8 pekon tersebut.
“Karena wilayahnya terisolir, melewati hutan dan perkebunan warga dan belum mempunyai badan jalan, warga dihimbau untuk bergotong royong membuat badan jalan yang bisa dilalui kendaraan pengangkut tiang listrik untuk kedelapan pekon tersebut,” ujarnya.
“Alhamdulillah himbauan itu direspon baik, mereka dua mingu sekali melaksanakan gotong-royong membuat badan jalan, dengan sukarela menebangi pohon dan tumbuhan mereka yang dilalui badan jalan, bahkan mereka bersedia membantu pihak PLN membawa tiang,” jelasnya.
Keinginan untuk memiliki badan jalan yang bisa dilalui kendaraan roda empat dan teraliri listrik (PLN) mereka tunjukan dengan bergotong royong, mulai dari Pekon Telukbrak sampai ke Pekon Tampangtua. “Semoga harapan pekon mereka teraliri listrik segera terwujud,” pungkasnya
Pewarta : Suhaili
Editor : Roy Choiri











