DEMOKRASINEWS, Lampung Timur, 1 November 2026 – Sebanyak 2.909 santri dari 81 pondok pesantren mengikuti Musabaqah Bainal Ma’ahid Islamiyah (Mabahis) V Tahun 2026 yang diselenggarakan Rabithah Ma’ahid Islamiyah (RMI) PCNU Kabupaten Lampung Timur di Kecamatan Braja Selebah, 31 Oktober hingga 1 November 2026.
Ajang kompetisi antarpesantren ini menjadi momentum strategis untuk mengembangkan potensi, meningkatkan kualitas pendidikan, sekaligus memperkuat tradisi keilmuan dan karakter santri di lingkungan Nahdlatul Ulama.
Pembukaan Mabahis V 2026 dihadiri Wakil Gubernur Lampung dr. Jihan Nurlela, Bupati Lampung Timur Ella Siti Nuryamah, Ketua DPRD Lampung Timur Rida Rodhatul Aliya, Sekretaris Daerah Rustam Effendi, Kepala Kantor Kementerian Agama Lampung Timur, Camat Braja Selebah, seluruh kepala desa se-Kecamatan Braja Selebah, perwakilan Muhammadiyah, serta para Ketua MWCNU se-Kabupaten Lampung Timur.
Ketua PCNU Lampung Timur, KH Dardiri Ahmad, menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah mendukung terselenggaranya kegiatan tersebut.
Ia menyambut kehadiran seluruh peserta dan tamu undangan di Kecamatan Braja Selebah. Ia juga mengajak para santri mengikuti setiap perlombaan dengan penuh semangat serta menjadikan Mabahis sebagai sarana meraih keberkahan dan memperkuat ukhuwah.
“Selamat datang di Braja Selebah. Terima kasih kepada semua pihak yang telah mendukung kegiatan ini. Selamat bermusabaqah, semoga kita semua mendapatkan keberkahan di dunia dan akhirat,” ungkapnya.
Dalam sambutannya, Bupati Lampung Timur Ella Siti Nuryamah menyampaikan kebanggaan atas partisipasi ribuan santri dari 81 pondok pesantren. Ia menegaskan bahwa santri harus memiliki kepercayaan diri, berani berkompetisi, dan mengambil peran dalam pembangunan daerah.
Menurutnya, salah satu kado istimewa pada peringatan Hari Santri Nasional 2026 adalah pengesahan Peraturan Daerah (Perda) tentang Pesantren. Pemerintah Kabupaten Lampung Timur juga berkomitmen memperkuat perhatian terhadap pendidikan keagamaan, termasuk melalui rencana pemberian insentif bagi guru ngaji melalui RMI.
“Kalian tidak boleh berkecil hati. Santri harus percaya diri dan mampu menunjukkan kualitas serta prestasinya,” tegasnya.
Bupati juga menyampaikan apresiasi kepada PCNU Lampung Timur dan RMI yang telah menginisiasi kegiatan berskala besar tersebut. Ia berharap Mabahis terus berkembang menjadi ruang pembinaan generasi santri yang unggul dan berdaya saing.
Sementara itu, Wakil Gubernur Lampung dr. Jihan Nurlela menyatakan dukungannya terhadap keberlanjutan Mabahis. Ia berencana mengusulkan bantuan dana hibah kepada Pemerintah Provinsi Lampung agar penyelenggaraan kegiatan serupa memperoleh dukungan anggaran.
Jihan juga mengajak para santri menjaga semangat belajar, meningkatkan prestasi, dan mempersiapkan diri menghadapi kompetisi di tingkat yang lebih tinggi.
Suasana pembukaan semakin meriah ketika Wakil Gubernur menggelar kuis interaktif yang melibatkan dua santri putra dan dua santri putri. Para peserta mengikuti kuis dengan antusias sehingga menciptakan suasana akrab, riang, dan penuh kegembiraan.
Ia berharap Mabahis dapat berkembang hingga tingkat provinsi. Bahkan, Jihan menyampaikan harapan agar seluruh peserta dapat kembali bertemu dalam penyelenggaraan Mabahis tingkat Provinsi Lampung tahun 2026.
Tidak hanya menghadirkan kompetisi keilmuan dan keterampilan santri, Mabahis V 2026 juga membawa kabar menggembirakan di bidang pendidikan. Universitas Ma’arif Lampung (UMALA) memberikan komitmen beasiswa senilai total Rp2,4 miliar bagi santri berprestasi dalam kegiatan tersebut.
Dukungan beasiswa ini menjadi bentuk investasi pendidikan sekaligus motivasi bagi para santri untuk terus mengembangkan kemampuan akademik, keagamaan, dan potensi diri.
Mengakhiri sambutannya, Wakil Gubernur Lampung secara resmi membuka Mabahis V Tahun 2026 dengan mengucapkan basmalah.
Mabahis V 2026 diharapkan tidak sekadar menjadi ajang perlombaan, tetapi juga menjadi ruang silaturahmi, penguatan intelektualitas, pembentukan karakter, serta lahirnya generasi santri yang berilmu, berakhlak, mandiri, dan siap memberikan kontribusi nyata bagi agama, bangsa, dan negara.( Red/Prie/HN/Rls)














