• Landing Page
  • Shop
  • Contact
  • Buy JNews
Sabtu, Oktober 3, 2026
  • Login
Demokrasinews.co.id
  • Beranda
  • Nasional
  • Tokoh
  • Kesehatan
  • Politik
  • Ekonomi
  • Edukasi
  • Hukum & Kriminal
  • Peristiwa
  • Advertorial
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Nasional
  • Tokoh
  • Kesehatan
  • Politik
  • Ekonomi
  • Edukasi
  • Hukum & Kriminal
  • Peristiwa
  • Advertorial
No Result
View All Result
Demokrasinews.co.id
No Result
View All Result
Home Opini

Kegelisahan Seorang Wartawan: Menjadi Lebah, Bukan Lalat

DemokrasiNews
03/10/2026
in Opini, Edukasi
Kegelisahan Seorang Wartawan: Menjadi Lebah, Bukan Lalat

Oleh: Sendi Gunawan

Gerakan jari di layar ponsel, ditemani secangkir kopi pagi. Dari sanalah seorang wartawan atau jurnalis menulis, membaca, mencari informasi, menghubungkan fakta, lalu menyajikannya kepada publik.

Wartawan. Oh, wartawan.

Kegelisahan Seorang Wartawan: Menjadi Lebah, Bukan Lalat Kegelisahan Seorang Wartawan: Menjadi Lebah, Bukan Lalat Kegelisahan Seorang Wartawan: Menjadi Lebah, Bukan Lalat

Sebuah profesi yang kini kembali saya tekuni, di sela-sela pekerjaan sebagai seorang petani. Profesi ini sebenarnya bukan hal baru bagi saya. Pernah cukup lama saya jalani, kemudian saya tinggalkan, dan kini kembali saya tekuni dengan segala dinamika dan tantangannya.

Bagi saya, wartawan adalah profesi yang mulia. Namun, di balik kemuliaan itu terdapat tanggung jawab yang besar. Dari gerakan jari seorang wartawan di layar ponsel, goresan pena, hingga bidikan kamera, sebuah karya jurnalistik dapat memberikan pengaruh terhadap cara masyarakat memahami sebuah peristiwa.

Sebuah berita dapat mengangkat kisah, prestasi, dan perjuangan seseorang. Sebaliknya, berita yang tidak akurat atau tidak berimbang juga berpotensi merugikan nama baik dan reputasi seseorang.

Kegelisahan Seorang Wartawan: Menjadi Lebah, Bukan Lalat Kegelisahan Seorang Wartawan: Menjadi Lebah, Bukan Lalat Kegelisahan Seorang Wartawan: Menjadi Lebah, Bukan Lalat

Karena itu, wartawan dituntut menyajikan informasi berdasarkan fakta. Di tengah derasnya arus informasi dan semakin sulitnya masyarakat membedakan antara berita faktual dan informasi palsu, karya jurnalistik yang akurat, berimbang, dan dapat dipertanggungjawabkan menjadi semakin penting.

Namun, memperoleh sebuah berita yang benar tidak selalu mudah. Ada tenaga, waktu, pikiran, bahkan biaya yang harus dikeluarkan untuk melakukan peliputan, mencari data, melakukan verifikasi, serta memastikan informasi yang disampaikan kepada publik memiliki dasar yang jelas.

Ironisnya, tanggung jawab tersebut tidak selalu berjalan beriringan dengan kepastian penghasilan. Tidak semua wartawan memiliki pendapatan yang tetap dan memadai untuk menopang kebutuhan dirinya maupun keluarganya.

Di sisi lain, kehadiran wartawan terkadang juga tidak selalu disambut baik.

Di tengah masyarakat maupun lingkungan pemerintahan, ada pihak-pihak yang merasa terusik ketika wartawan datang. Ada pula yang memilih menghindar karena memiliki pengalaman buruk dengan oknum yang mengatasnamakan wartawan.

Pengalaman-pengalaman tersebut, pada akhirnya, dapat membentuk paradigma negatif terhadap profesi jurnalistik secara keseluruhan. Bahkan, tidak jarang kata “wartawan” justru menimbulkan kekhawatiran bagi sebagian orang.

Inilah salah satu kegelisahan seorang wartawan.

Di satu sisi, kehadiran wartawan dibutuhkan sebagai bagian dari kontrol sosial dan penyampai informasi kepada masyarakat. Di sisi lain, profesi ini terkadang dipandang dengan rasa curiga hanya karena ulah sebagian oknum.

Namun, saya percaya bahwa tidak ada yang salah dengan sebuah profesi. Apa pun profesinya, semuanya kembali kepada orang yang menjalankannya dan bagaimana profesi tersebut digunakan.

Jika boleh membuat perumpamaan, saya melihat profesi wartawan seperti dua jenis hewan: lebah madu dan lalat.

Lebah hadir membawa manfaat. Ia menghasilkan madu yang dapat dimanfaatkan manusia. Namun, lebah juga memiliki sengatan sebagai mekanisme pertahanan. Karena itu, orang akan berpikir sebelum mengusiknya.

Sementara lalat identik dengan lingkungan yang kurang bersih dan dapat membawa berbagai mikroorganisme penyebab penyakit. Kehadirannya pun cenderung dihindari.

Perumpamaan itu bukan untuk menyamakan manusia dengan hewan, melainkan sebagai refleksi sederhana tentang bagaimana sebuah profesi seharusnya dijalankan.

Seorang wartawan semestinya berusaha menjadi seperti lebah: kehadirannya memberikan manfaat melalui informasi yang benar, karya yang mencerahkan, dan keberanian menyampaikan fakta. Ketegasan dalam menjalankan tugas bukan berarti mencari musuh, apalagi menggunakan profesi untuk kepentingan pribadi.

Wartawan juga memiliki “sengatan” berupa kritik dan kontrol sosial. Namun, sengatan itu harus digunakan pada tempatnya, berdasarkan fakta, kepentingan publik, dan tanggung jawab jurnalistik.

Sebab, kebebasan pers bukanlah kebebasan tanpa batas. Kebebasan itu selalu berjalan bersama tanggung jawab.

Pada akhirnya, pertanyaannya kembali kepada diri masing-masing.

Jika kita memilih menjadi wartawan, jurnalis, atau menjalani profesi apa pun, hendak dibawa ke mana profesi tersebut?

Apakah kehadiran kita akan dinanti karena memberikan manfaat, atau justru dihindari karena meninggalkan persoalan?

Saya memilih menjadi “lebah”.

Bukan karena ingin ditakuti oleh sengatan, tetapi karena ingin dikenang melalui madu yang dihasilkan.

Salam kopi pagi dari seorang wartawan. ( Sendi Gunawan )


Berita Terkini

Kwarda Lampung Perkuat Wawasan Kebangsaan Pramuka Perguruan Tinggi, Gandeng Kodam dan BNN
Pendidikan

Kwarda Lampung Perkuat Wawasan Kebangsaan Pramuka Perguruan Tinggi, Gandeng Kodam dan BNN

DemokrasiNews
30/09/2026
Denny Ramadhan Hidupkan Transfer Knowledge, Jadikan Pengalaman Purnakarya Bekal Generasi Penerus
Edukasi

Denny Ramadhan Hidupkan Transfer Knowledge, Jadikan Pengalaman Purnakarya Bekal Generasi Penerus

DemokrasiNews
30/09/2026
Pemkab Lampung Timur Perkuat Perhutanan Sosial melalui Masterplan IAD
Edukasi

Pemkab Lampung Timur Perkuat Perhutanan Sosial melalui Masterplan IAD

DemokrasiNews
29/09/2026
Relawan Muhammadiyah dan Granat Tulang Bawang Tembus Pelosok Salurkan Wakaf Al-Qur’an
Edukasi

Relawan Muhammadiyah dan Granat Tulang Bawang Tembus Pelosok Salurkan Wakaf Al-Qur’an

DemokrasiNews
29/09/2026
Gubernur Mirza Perluas Perlindungan BPJAMSOSTEK bagi 98.809 Pekerja Rentan di Lampung
Kesehatan

Gubernur Mirza Perluas Perlindungan BPJAMSOSTEK bagi 98.809 Pekerja Rentan di Lampung

DemokrasiNews
27/09/2026
Petani Lampung Bangkitkan Produktivitas dan Kemandirian Lewat PHC
Edukasi

Petani Lampung Bangkitkan Produktivitas dan Kemandirian Lewat PHC

DemokrasiNews
27/09/2026

Related News

Dendi Ramadhona Lakukan Peletakan Batu Pertama Pembangunan Kampus Institut Teknologi dan Bisnis Diniyyah Lampung

Dendi Ramadhona Lakukan Peletakan Batu Pertama Pembangunan Kampus Institut Teknologi dan Bisnis Diniyyah Lampung

28/07/2020
Gratiskan Kolam Renang, Tim 9 Dendi-Marzuki Ajak Warga Mandi Bersama Keluarga

Gratiskan Kolam Renang, Tim 9 Dendi-Marzuki Ajak Warga Mandi Bersama Keluarga

09/11/2020
Curat di 10 TKP, Sirat Dibekuk Tim Anti Bandit Polres Lamsel Diwilayah Palembang

Curat di 10 TKP, Sirat Dibekuk Tim Anti Bandit Polres Lamsel Diwilayah Palembang

03/09/2020

Laman

  • Privacy Policy
  • Contact
  • Redaksi
  • Beranda
  • Beranda
  • Contact
  • Privacy Policy
  • Redaksi

© 2026 DemokrasiNews.co.id

No Result
View All Result
  • Beranda
  • Redaksi
  • Advertorial
  • Nasional
  • Tokoh
  • Sosial Budaya
  • Kesehatan
  • Politik
  • Ekonomi
  • Edukasi
  • Zona Wakil Rakyat
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Olahraga

© 2026 DemokrasiNews.co.id

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
error: Hayoo.... Mau Copas Ya? :D
Are you sure want to unlock this post?
Unlock left : 0
Are you sure want to cancel subscription?
https://demokrasinews.co.id/