DEMOKRASINEWS, Lampung Selatan,4 September 2026 – Bursa pencalonan Ketua Ikatan Jurnalis Televisi Indonesia (IJTI) Korda Krakatau Raya mulai memanas. Setelah jurnalis Kompas TV, Teuku Khalid Syah, menjadi pendaftar pertama, kini giliran Heri Fulistiawan dari iNews TV menyerahkan berkas pencalonan sebagai bakal calon ketua.
Heri menjadi pendaftar berikutnya dalam kontestasi yang mulai menyedot perhatian kalangan jurnalis televisi di wilayah Lampung Selatan dan Lampung Timur.
Berkas pencalonan tersebut diserahkan Heri kepada Ketua Panitia Musyawarah Koordinator Daerah (Muskorda) I IJTI Korda Krakatau Raya, Axgeis Yohanes Sapta, di Kalianda, Lampung Selatan.
Masuknya nama Heri membuat peta persaingan menuju kursi Ketua IJTI Korda Krakatau Raya semakin terbuka. Sejauh ini, dua nama telah masuk dalam bursa, sementara proses penjaringan masih berlangsung hingga 11 September 2026.
Dengan demikian, komposisi kandidat masih sangat mungkin berubah. Anggota lain yang memenuhi persyaratan masih memiliki kesempatan untuk mendaftarkan diri dan menawarkan gagasan terbaik bagi masa depan organisasi.
Heri, Jurnalis Televisi Sejak 2014
Heri Fulistiawan bukan wajah baru dalam dunia jurnalistik televisi. Sejak 2014 hingga kini, ia konsisten menekuni profesi sebagai jurnalis televisi.
Lebih dari satu dekade berada di lapangan membuat Heri memahami dinamika kerja jurnalistik, tantangan industri media, serta pentingnya menjaga profesionalisme dan independensi dalam menjalankan tugas.
Pengalaman jurnalistik tersebut juga berjalan beriringan dengan aktivitas organisasi.
Heri pernah dipercaya sebagai Sekretaris Komunitas Jurnalis Harian Lampung Selatan (KJHLS). Pengalaman organisasi itu kemudian berlanjut di lingkungan IJTI. Ia pernah mengemban amanah sebagai Bendahara IJTI Pengda Lampung, dengan tanggung jawab yang berkaitan dengan administrasi, pengelolaan organisasi, dan tata kelola keuangan.
Tak hanya aktif dalam organisasi profesi jurnalis, Heri saat ini juga dipercaya menjabat sebagai Sekretaris Federasi Arung Jeram Indonesia (FAJI) Lampung Selatan.
Rekam jejak tersebut menjadi salah satu modal yang dibawanya dalam pencalonan. Heri tidak hanya menawarkan pengalaman sebagai jurnalis televisi, tetapi juga pengalaman berorganisasi dan membangun komunikasi antaranggotanya.
Heri menegaskan bahwa keputusannya maju sebagai bakal calon ketua bukan semata-mata untuk mengejar posisi dalam organisasi.
Menurutnya, momentum terbentuknya IJTI Korda Krakatau Raya harus menjadi kesempatan untuk membangun organisasi yang solid, profesional, dan mampu memberikan manfaat nyata bagi seluruh anggota.
“Bagi saya, jabatan ketua bukan tujuan akhir. Yang jauh lebih penting adalah bagaimana organisasi ini bisa hadir, bekerja, dan memberikan manfaat nyata bagi seluruh anggota,” ujar Heri.
Ia menilai tantangan yang dihadapi jurnalis televisi saat ini telah berubah dibandingkan satu dekade lalu. Perkembangan teknologi digital dan perubahan pola konsumsi informasi menuntut jurnalis untuk terus meningkatkan kapasitas dan beradaptasi.
Karena itu, Heri berpandangan IJTI Korda Krakatau Raya harus menjadi ruang bagi para anggotanya untuk meningkatkan kompetensi, bertukar pengetahuan, sekaligus memperkuat solidaritas profesi.
“Kita harus tetap kritis, menjaga independensi dan kode etik jurnalistik, tetapi pada saat yang sama harus mampu beradaptasi dengan perkembangan teknologi dan perubahan industri media,” tegasnya.
Heri juga menilai organisasi profesi jurnalis tidak seharusnya hanya aktif dalam kegiatan seremonial. Menurut dia, IJTI harus hadir menjawab kebutuhan nyata para anggotanya melalui program yang berkelanjutan.
Ketua Panitia Muskorda I IJTI Korda Krakatau Raya, Axgeis Yohanes Sapta, membenarkan adanya pendaftar berikutnya setelah Teuku Khalid Syah.
Ia mengatakan panitia masih memberikan kesempatan kepada anggota yang memenuhi persyaratan untuk ikut dalam bursa pencalonan.
“Penjaringan masih dibuka sampai 11 September 2026. Semua anggota yang memenuhi persyaratan memiliki kesempatan yang sama untuk mendaftarkan diri,” kata Axgeis.
Panitia memastikan seluruh tahapan pencalonan hingga pelaksanaan Muskorda akan berlangsung secara terbuka, tertib, dan demokratis sesuai dengan ketentuan organisasi.
Kini, dua nama telah masuk dalam bursa. Teuku Khalid Syah menjadi pendaftar pertama, disusul Heri Fulistiawan dari iNews TV.
Dengan pengalaman lebih dari satu dekade sebagai jurnalis televisi, serta rekam jejak di sejumlah organisasi, Heri membawa pengalaman jurnalistik dan organisasi dalam pencalonannya.
Namun, kontestasi belum sepenuhnya terbentuk.
Penjaringan masih berlangsung hingga 11 September 2026. Artinya, peluang munculnya kandidat lain masih terbuka.
Siapa yang akan menjadi pendaftar berikutnya?
Bursa Ketua IJTI Korda Krakatau Raya masih dinamis. Persaingan baru memasuki babak awal, dan peta pertarungan masih dapat berubah hingga hari terakhir pendaftaran.(Red/HR/JM)











