• Landing Page
  • Shop
  • Contact
  • Buy JNews
Minggu, Oktober 18, 2026
  • Login
Demokrasinews.co.id
  • Beranda
  • Nasional
  • Tokoh
  • Kesehatan
  • Politik
  • Ekonomi
  • Edukasi
  • Hukum & Kriminal
  • Peristiwa
  • Advertorial
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Nasional
  • Tokoh
  • Kesehatan
  • Politik
  • Ekonomi
  • Edukasi
  • Hukum & Kriminal
  • Peristiwa
  • Advertorial
No Result
View All Result
Demokrasinews.co.id
No Result
View All Result
Home Peristiwa

Dugaan Keracunan MBG Sidoarjo Meluas, 566 Korban dari 19 Lembaga Pendidikan

DemokrasiNews
03/09/2026
in Peristiwa, Kesehatan, Nasional, Pendidikan
Dugaan Keracunan MBG Sidoarjo Meluas, 566 Korban dari 19 Lembaga Pendidikan

DEMOKRASINEWS, Sidoarjo Jawa Timur, 3 September 2026 — Kasus dugaan keracunan setelah mengonsumsi menu Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur, terus bertambah. Hingga Rabu (2/9/2026), jumlah korban mencapai 566 orang.

Para korban tidak hanya berasal dari Pondok Pesantren Manba’ul Hikam, Desa Putat, Kecamatan Tanggulangin, tetapi juga siswa dari sejumlah sekolah di wilayah tersebut. Total korban tercatat berasal dari 19 lembaga pendidikan, mulai dari pondok pesantren hingga jenjang sekolah lainnya.

Dugaan keracunan terjadi setelah para santri dan siswa menyantap menu MBG pada Selasa (1/9/2026). Menu tersebut terdiri atas nasi putih, telur orak-arik, tempe bumbu bali, tumis buncis dan baby corn, serta apel.

Dugaan Keracunan MBG Sidoarjo Meluas, 566 Korban dari 19 Lembaga Pendidikan Dugaan Keracunan MBG Sidoarjo Meluas, 566 Korban dari 19 Lembaga Pendidikan Dugaan Keracunan MBG Sidoarjo Meluas, 566 Korban dari 19 Lembaga Pendidikan

Sejumlah korban mengalami keluhan berupa mual, sakit perut, diare, lemas hingga dehidrasi. Sebagian telah diperbolehkan pulang, sementara puluhan lainnya masih menjalani perawatan di sejumlah rumah sakit. Data Dinas Kesehatan Sidoarjo mencatat 88 korban masih menjalani perawatan.

Di tengah bertambahnya jumlah korban, Kepala Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Kalitengah, Rafli Ridho, menyampaikan permintaan maaf kepada publik.

“Mohon maaf ya, saya menyesal,” kata Rafli kepada awak media, Rabu (2/9/2026).

Dugaan Keracunan MBG Sidoarjo Meluas, 566 Korban dari 19 Lembaga Pendidikan Dugaan Keracunan MBG Sidoarjo Meluas, 566 Korban dari 19 Lembaga Pendidikan Dugaan Keracunan MBG Sidoarjo Meluas, 566 Korban dari 19 Lembaga Pendidikan

Rafli menjelaskan proses memasak makanan dimulai sekitar pukul 05.30 WIB. Makanan kemudian didistribusikan kepada sekolah penerima sekitar pukul 11.00 WIB.

Penjelasan tersebut menjadi sorotan karena terdapat jeda beberapa jam antara proses memasak dan distribusi makanan. Dalam keterangannya, Rafli juga menyebut makanan matang yang dikirim hanya bertahan sekitar empat jam pada suhu ruang.

Sebelum makanan dikonsumsi, menu tersebut disebut telah melalui uji organoleptik oleh pihak sekolah. Namun, setelah dikonsumsi, sejumlah siswa dan santri mengalami gangguan kesehatan.

Persoalan lain yang ikut menjadi sorotan adalah status kelayakan SPPG Kalitengah.

SPPG tersebut disebut telah memiliki Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS). Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Elestianto Dardak menjelaskan bahwa SLHS merupakan penilaian terhadap sistem serta kelayakan sarana dan prasarana, bukan jaminan mutlak bahwa setiap makanan yang diproduksi pasti aman.

SPPG tersebut juga disebut telah mengantongi sertifikat halal, sementara sebagian besar tenaga penjamah makanan telah mengikuti sertifikasi penjamah makanan.

Kondisi tersebut membuat aspek pengawasan keamanan pangan kembali dipertanyakan. Sebab, meski persyaratan administratif dan sejumlah sertifikasi telah dimiliki, dugaan keracunan tetap terjadi dan berdampak pada ratusan anak.

Sebagai langkah penanganan awal, operasional SPPG Kalitengah dihentikan sementara sambil menunggu evaluasi dan pemeriksaan lebih lanjut.

Sampel makanan serta muntahan korban telah diambil untuk menjalani pemeriksaan laboratorium. Hasil pemeriksaan diperkirakan menjadi dasar untuk mengetahui penyebab pasti kejadian tersebut.

Karena hasil laboratorium belum tersedia, kejadian tersebut masih tepat disebut sebagai dugaan keracunan. Belum dapat dipastikan bahan makanan atau tahapan pengolahan mana yang menjadi penyebab gangguan kesehatan para korban.

Kasus di SPPG Kalitengah juga mendorong pemerintah daerah menyoroti persoalan perizinan dapur penyedia MBG.

Bupati Sidoarjo Subandi menyatakan akan memeriksa perizinan SPPG Kalitengah bersama dinas terkait. Ia juga membuka kemungkinan penutupan apabila ditemukan persoalan serius dalam perizinannya.

Dari total 170 SPPG di wilayah Sidoarjo, terdapat 31 SPPG yang disebut belum memiliki izin dan diperintahkan menghentikan sementara operasionalnya.

Insiden tersebut turut mendapat perhatian DPR RI. Wakil Ketua Komisi IX DPR RI Yahya Zaini mendesak Badan Gizi Nasional (BGN) mengusut tuntas penyebab dugaan keracunan secara transparan.

DPR juga meminta agar biaya pengobatan korban ditanggung hingga mereka sembuh serta mendorong evaluasi menyeluruh terhadap tata kelola dan pengawasan keamanan makanan dalam program MBG.

Sementara itu, Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia (YLBHI) menilai dugaan keracunan MBG di Sidoarjo tidak semestinya dipandang hanya sebagai persoalan teknis. YLBHI mendesak adanya penyelidikan yang transparan dan meminta pihak yang terbukti bertanggung jawab diproses sesuai ketentuan hukum apabila ditemukan kelalaian atau pelanggaran standar keamanan pangan.

Kini perhatian tertuju pada hasil pemeriksaan laboratorium. Hasil tersebut diharapkan dapat menjawab sumber persoalan dan memastikan apakah makanan MBG yang dikonsumsi para korban memang berkaitan dengan gangguan kesehatan yang mereka alami.

Permintaan maaf dari Kepala SPPG menjadi bagian dari respons awal atas insiden tersebut. Namun, pertanggungjawaban lebih lanjut tetap harus menunggu hasil investigasi dan fakta yang ditemukan oleh pihak berwenang.

Yang jelas, 566 korban merupakan jumlah yang tidak kecil. Insiden ini menjadi peringatan serius bahwa program penyediaan makanan bagi anak-anak tidak hanya membutuhkan kelengkapan administratif, tetapi juga pengawasan ketat terhadap keamanan pangan dari proses pengolahan hingga makanan diterima dan dikonsumsi.( Red/Prie/BBS)


Berita Terkini

Progres Normalisasi Saluran Capai 90 Persen, Wamen PU Tinjau Penanganan Kekeringan di Lampung Selatan
Nasional

Progres Normalisasi Saluran Capai 90 Persen, Wamen PU Tinjau Penanganan Kekeringan di Lampung Selatan

DemokrasiNews
17/10/2026
Kwarda Lampung Gelar JOTA-JOTI Camp 2026, 102 Pramuka Perkuat Literasi Digital
Pendidikan

Kwarda Lampung Gelar JOTA-JOTI Camp 2026, 102 Pramuka Perkuat Literasi Digital

DemokrasiNews
17/10/2026
Kristomei Sianturi Pimpin BNPB, Penanganan Darurat Bencana Jadi Prioritas
Nasional

Kristomei Sianturi Pimpin BNPB, Penanganan Darurat Bencana Jadi Prioritas

DemokrasiNews
16/10/2026
Kuota BBM Subsidi Lampung Terancam Habis Sebelum Akhir 2026, Biosolar Diprediksi Habis 24 November
Nasional

Kuota BBM Subsidi Lampung Terancam Habis Sebelum Akhir 2026, Biosolar Diprediksi Habis 24 November

DemokrasiNews
15/10/2026
Warga Bekuk Terduga Begal di Bandung Barat, Rekannya Kabur Bawa HP Korban
Hukum & Kriminal

Warga Bekuk Terduga Begal di Bandung Barat, Rekannya Kabur Bawa HP Korban

DemokrasiNews
15/10/2026
Polisi Bekuk Dua Residivis Curanmor Bersenjata Api di Hutan Lampung Timur, 14 Kali Beraksi di Jakarta Barat
Hukum & Kriminal

Polisi Bekuk Dua Residivis Curanmor Bersenjata Api di Hutan Lampung Timur, 14 Kali Beraksi di Jakarta Barat

DemokrasiNews
15/10/2026

Related News

Pemprop Lampung Lakukan Pembenahan BUMD PT. Wahana Raharja 

Pemprop Lampung Lakukan Pembenahan BUMD PT. Wahana Raharja 

01/06/2023
Musrenbang : Mingrum Gumay Minta Pemprop Lampung Serius Terkait Honorarium Satpol PP

Musrenbang : Mingrum Gumay Minta Pemprop Lampung Serius Terkait Honorarium Satpol PP

31/03/2023
Menag: Jangan Pilih Pemimpin yang Gunakan Agama sebagai Alat Politik

Menag: Jangan Pilih Pemimpin yang Gunakan Agama sebagai Alat Politik

04/09/2023

Laman

  • Privacy Policy
  • Contact
  • Redaksi
  • Beranda
  • Beranda
  • Contact
  • Privacy Policy
  • Redaksi

© 2026 DemokrasiNews.co.id

No Result
View All Result
  • Beranda
  • Redaksi
  • Advertorial
  • Nasional
  • Tokoh
  • Sosial Budaya
  • Kesehatan
  • Politik
  • Ekonomi
  • Edukasi
  • Zona Wakil Rakyat
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Olahraga

© 2026 DemokrasiNews.co.id

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
error: Hayoo.... Mau Copas Ya? :D
Are you sure want to unlock this post?
Unlock left : 0
Are you sure want to cancel subscription?
https://demokrasinews.co.id/