DEMOKRASINEWS, Tulang Bawang, 28 Agustus 2026 — Suasana khidmat mewarnai peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 Hijriah yang digelar SMAN 1 Banjar Agung, Kabupaten Tulang Bawang, Lampung, Jumat (28/8/2026).
Kegiatan yang diikuti seluruh siswa kelas X hingga XII tersebut berlangsung di Masjid Al-Halim, yang berada di lingkungan sekolah. Peringatan Maulid Nabi tidak hanya menjadi agenda keagamaan, tetapi juga dimanfaatkan sebagai momentum untuk menanamkan nilai-nilai akhlak dan keteladanan Rasulullah Muhammad SAW kepada para peserta didik.
Masjid Al-Halim sendiri memiliki sejarah tersendiri bagi keluarga besar SMAN 1 Banjar Agung. Masjid dua lantai yang berdiri megah di lingkungan sekolah itu dibangun pada masa kepemimpinan Kepala Sekolah Danial Anwar.
Pembangunan masjid tersebut berawal dari gerakan membiasakan sedekah di kalangan guru dan siswa. Dari kebiasaan tersebut, dana yang terkumpul kemudian dimanfaatkan untuk membangun sarana ibadah yang hingga kini digunakan untuk berbagai kegiatan keagamaan sekolah, termasuk pelaksanaan Peringatan Hari Besar Islam (PHBI).
Guru Pendidikan Agama Islam SMAN 1 Banjar Agung, Sariman, yang mewakili Kepala Sekolah Firmansyah, S.E., dalam sambutannya menyampaikan kebanggaannya karena sekolah kembali dapat menyelenggarakan peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW.
Menurut Sariman, kegiatan tersebut tidak semestinya berhenti sebagai seremoni tahunan. Peringatan Maulid Nabi harus mampu menjadi ruang bagi siswa untuk mengembangkan potensi sekaligus memperbaiki akhlak dengan meneladani perilaku Rasulullah SAW.
“Jadikan peringatan Maulid Nabi ini sebagai momentum untuk memperbaiki akhlak dan mencontoh perilaku Nabi Muhammad SAW sebagaimana yang diajarkan melalui Al-Qur’an dan hadis,” pesan Sariman.
Ia menegaskan bahwa pendidikan di sekolah tidak hanya bertujuan mencerdaskan peserta didik secara akademik. Lebih dari itu, sekolah memiliki tanggung jawab membentuk generasi yang memiliki karakter dan akhlak mulia.
Sariman juga menyampaikan bahwa sejumlah alumni SMAN 1 Banjar Agung telah bekerja di berbagai bidang dan posisi strategis. Menurutnya, pengalaman berorganisasi dan keterlibatan dalam kegiatan ekstrakurikuler, termasuk kegiatan keagamaan, menjadi salah satu bekal penting bagi siswa dalam membangun karakter.
“Pembelajaran di sekolah bukan hanya berorientasi pada kecerdasan. Yang lebih utama, kami berharap para alumni SMAN 1 Banjar Agung memiliki akhlak yang mulia,” ujarnya.
Dalam kegiatan tersebut, pihak sekolah menghadirkan Ustaz Susilo, Kiai muda sekaligus pengasuh Pondok Pesantren Al-Hidayat, Kampung Tridarma Wirajaya, sebagai penceramah.
Dalam tausiyahnya, Ustaz Susilo mengajak para siswa memahami peringatan Maulid Nabi sebagai momentum untuk mengenang kelahiran Rasulullah Muhammad SAW sekaligus menggali keteladanan beliau dalam kehidupan sehari-hari.
Ia juga menyampaikan bahwa masyarakat tidak perlu menjadikan perbedaan pandangan mengenai dalil peringatan Maulid Nabi sebagai sumber perdebatan. Menurutnya, terdapat keterangan dari sejumlah ulama yang membolehkan peringatan tersebut sebagai sarana untuk mengenang kelahiran dan keteladanan Nabi Muhammad SAW.
“Jangan hanya mempermasalahkan dalilnya. Yang terpenting adalah bagaimana kita mengambil hikmah dari peringatan Maulid Nabi ini untuk mengenal dan meneladani Rasulullah SAW,” tutur Susilo.
Ia menjelaskan, Nabi Muhammad SAW merupakan sosok mulia dengan akhlak terpuji dan menjadi teladan bagi umat manusia hingga akhir zaman. Karena itu, mengenal sejarah kehidupan Rasulullah dinilai penting agar umat dapat memahami dan menerapkan nilai-nilai akhlak yang beliau contohkan.
Susilo juga mengingatkan bahwa menjadi pribadi yang saleh dan berakhlak mulia bukanlah sesuatu yang dapat dicapai secara instan. Diperlukan proses, pembelajaran, lingkungan yang baik, serta kemauan untuk terus memperbaiki diri.
“Jadikan peringatan Maulid Nabi sebagai momentum untuk memperbaiki akhlak. Jangan sampai kegiatan ini hanya berhenti sebagai seremoni,” pesannya.
Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW di SMAN 1 Banjar Agung tersebut diharapkan tidak hanya memperkuat pemahaman keagamaan siswa, tetapi juga membentuk karakter generasi muda yang berilmu, berprestasi, berkarakter, dan memiliki akhlak mulia dalam kehidupan bermasyarakat.(Red/Sendi Gunawan)











