DEMOKRASINEWS, Semarang Jawa Tengah,23 Agustus 2026 — Pondok Pesantren Modern Muhammadiyah Boarding School (MBS) Tulang Bawang, Lampung, terus memperkuat komitmennya dalam meningkatkan kualitas pendidikan, pengelolaan pesantren, dan pendalaman keilmuan Islam. Salah satu upaya tersebut dilakukan melalui silaturahmi dan pertukaran wawasan dengan tokoh-tokoh Muhammadiyah yang memiliki kompetensi di bidang pendidikan dan keislaman.
Komitmen tersebut diwujudkan oleh pengasuh Ponpes MBS Tulang Bawang, Ustaz Sabiq Muhtar, melalui pertemuan dengan Ustaz Dr. Syakir Jamaludin, dosen Fakultas Agama Islam Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (FAI UMY) sekaligus anggota Majelis Tarjih Pimpinan Pusat Muhammadiyah. Pertemuan berlangsung di Kota Semarang, Jawa Tengah, dalam suasana hangat dan penuh semangat keilmuan.
Pertemuan tersebut menjadi momentum penting bagi Ponpes MBS Tulang Bawang untuk memperluas wawasan dalam pengembangan pendidikan pesantren. Sejumlah hal dibahas, mulai dari penguatan kurikulum pendidikan Islam, pembinaan akhlak santri, hingga pengembangan metode pembelajaran yang relevan dengan tantangan dan kebutuhan zaman.
Selain itu, diskusi juga berkembang pada persoalan fikih ibadah dan kemasyarakatan yang menjadi bagian penting dalam pembinaan kehidupan keagamaan di lingkungan pesantren.
Menurut Ustaz Sabiq Muhtar, penguatan pendidikan pesantren tidak cukup hanya dengan memberikan pemahaman teoritis kepada santri. Pendidikan harus mampu membentuk pribadi yang memiliki pemahaman keislaman yang mendalam sekaligus mampu mengamalkannya dalam kehidupan sehari-hari.
Dalam kesempatan tersebut, Ustaz Sabiq Muhtar juga menerima penyerahan secara simbolis buku karya Ustaz Dr. Syakir Jamaludin berjudul “Fiqih Ibadah”. Buku tersebut diharapkan dapat menjadi salah satu referensi bagi para pengajar dan santri Ponpes MBS Tulang Bawang dalam mempelajari hukum-hukum ibadah secara sistematis dan mendalam.
Penyerahan buku tersebut sekaligus menjadi bagian dari penguatan tradisi literasi dan kajian keislaman di lingkungan pesantren. Kehadiran referensi keilmuan yang memadai diharapkan dapat membantu para santri memahami persoalan fikih secara lebih terstruktur serta memiliki landasan pengetahuan yang kuat dalam menjalankan ibadah.
Pihak Ponpes MBS Tulang Bawang menyampaikan apresiasi atas waktu, perhatian, dan wawasan keilmuan yang diberikan dalam pertemuan tersebut. Silaturahmi dan pertukaran gagasan semacam ini diharapkan dapat terus berlanjut sebagai bagian dari ikhtiar meningkatkan mutu pendidikan pesantren.
Pengalaman para tokoh Muhammadiyah dalam mengembangkan pendidikan dan pengelolaan pesantren juga diharapkan menjadi inspirasi bagi MBS Tulang Bawang untuk terus melakukan pembenahan, baik dalam aspek manajemen, pembinaan santri, maupun pengembangan program pendidikan.
“Dengan adanya kesempatan bertemu dan berdiskusi dengan tokoh-tokoh yang memiliki pengalaman serta keilmuan di bidang pendidikan dan pesantren, kami berharap dapat memberikan dampak positif bagi perkembangan MBS Tulang Bawang,” ujar Sabiq.
Ia menegaskan, MBS Tulang Bawang akan terus berupaya melangkah secara konsisten dalam menyelenggarakan pendidikan yang memadukan ilmu syariat dan ilmu umum, dengan tetap berlandaskan nilai-nilai luhur Muhammadiyah.
“Harapannya, pendidikan di MBS Tulang Bawang dapat melahirkan generasi yang beriman, berilmu, berakhlak, dan memberikan manfaat bagi bangsa, negara, dan agama,” pungkasnya.(Red/Sendi Gunawan)











