• Landing Page
  • Shop
  • Contact
  • Buy JNews
Kamis, Juni 18, 2026
  • Login
Demokrasinews.co.id
  • Beranda
  • Nasional
  • Tokoh
  • Kesehatan
  • Politik
  • Ekonomi
  • Edukasi
  • Hukum & Kriminal
  • Peristiwa
  • Advertorial
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Nasional
  • Tokoh
  • Kesehatan
  • Politik
  • Ekonomi
  • Edukasi
  • Hukum & Kriminal
  • Peristiwa
  • Advertorial
No Result
View All Result
Demokrasinews.co.id
No Result
View All Result
Home Opini

Cerdas : Catatan Redaksi DemokrasiNews.co.id

DemokrasiNews
18/06/2026
in Opini, Business, Edukasi, Ekonomi, Investing, Nasional
Cerdas : Catatan Redaksi DemokrasiNews.co.id

Jangan Biarkan MBG Menjadi Proyek Bisnis: Saatnya Pemerintah Benahi Tata Kelola dan Pengawasan

Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang digagas pemerintah pusat merupakan salah satu kebijakan strategis nasional yang dirancang untuk mendukung terwujudnya Generasi Emas Indonesia 2045. Program yang didanai melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) dengan nilai mencapai triliunan rupiah tersebut pada dasarnya memiliki tujuan mulia, yakni meningkatkan kualitas gizi anak-anak, menekan angka stunting, serta mempersiapkan sumber daya manusia Indonesia yang sehat, cerdas, dan berdaya saing di masa depan.

Namun, di tengah harapan besar masyarakat terhadap keberhasilan program tersebut, muncul berbagai persoalan yang justru mengancam kredibilitas dan keberlanjutan pelaksanaannya. Penetapan sejumlah pejabat yang berkaitan dengan pengelolaan program oleh aparat penegak hukum atas dugaan tindak pidana korupsi menjadi pukulan serius terhadap kepercayaan publik. Dugaan penyalahgunaan kewenangan, pemanfaatan jabatan untuk meraih keuntungan pribadi, hingga indikasi praktik korupsi yang dilakukan secara terstruktur telah menimbulkan pertanyaan besar mengenai tata kelola program yang seharusnya berorientasi pada kepentingan masyarakat.

Cerdas : Catatan Redaksi DemokrasiNews.co.id Cerdas : Catatan Redaksi DemokrasiNews.co.id Cerdas : Catatan Redaksi DemokrasiNews.co.id

Ironisnya, program yang dirancang sebagai investasi sosial jangka panjang kini di sejumlah daerah mulai dipandang sebagai peluang bisnis yang menjanjikan. Kehadiran dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang terus bertambah di berbagai wilayah memang menjadi bagian dari strategi percepatan pelayanan kepada penerima manfaat. Akan tetapi, fakta di lapangan menunjukkan munculnya persaingan tidak sehat antar pengelola dapur SPPG, terutama dalam memperebutkan jumlah penerima manfaat yang secara langsung berpengaruh terhadap besaran anggaran yang diterima.

Hasil penelusuran di sejumlah daerah menunjukkan adanya ketimpangan distribusi penerima manfaat antar dapur SPPG. Ada dapur yang melayani hampir 3.000 penerima manfaat, sementara dapur lain hanya melayani sekitar 1.000 penerima manfaat atau bahkan kurang. Kondisi tersebut memunculkan kecemburuan dan dugaan adanya praktik pengaturan wilayah layanan yang tidak transparan. Persoalan ini semakin kompleks dengan munculnya isu dugaan jual beli titik koordinat pembangunan dapur SPPG serta praktik pemindahan lokasi layanan yang diduga melibatkan pihak-pihak tertentu demi kepentingan bisnis.

Jika kondisi ini terus dibiarkan, orientasi program MBG berpotensi bergeser dari upaya meningkatkan kualitas gizi masyarakat menjadi ajang perebutan keuntungan ekonomi. Padahal, keberhasilan program ini tidak diukur dari banyaknya dapur yang berdiri atau besarnya anggaran yang terserap, melainkan dari kualitas layanan dan manfaat nyata yang diterima masyarakat.

Selain persoalan tata kelola, masyarakat juga menyoroti aspek kualitas dan kesesuaian menu makanan yang diberikan kepada penerima manfaat. Di sejumlah wilayah ditemukan keluhan bahwa menu yang disalurkan tidak sepenuhnya sesuai dengan kebutuhan usia peserta didik atau kelompok sasaran lainnya. Akibatnya, tidak sedikit makanan yang akhirnya terbuang karena kurang diminati atau tidak sesuai dengan kebutuhan konsumsi penerima manfaat. Kondisi ini tentu bertentangan dengan semangat efisiensi penggunaan anggaran negara dan tujuan utama program pemenuhan gizi.

Pemerintah perlu menjadikan berbagai temuan dan keluhan masyarakat sebagai bahan evaluasi menyeluruh. Pengawasan terhadap pelaksanaan program MBG tidak dapat hanya dilakukan secara administratif dari tingkat pusat, melainkan harus melibatkan pemerintah daerah, kecamatan, satuan pendidikan, tenaga kesehatan, serta unsur masyarakat. Sistem distribusi penerima manfaat juga harus dilakukan secara transparan dan berbasis data yang akurat agar tidak terjadi ketimpangan antar dapur SPPG maupun potensi penyimpangan lainnya.

Momentum perombakan dan pembenahan tata kelola lembaga yang bertanggung jawab terhadap program gizi nasional harus dimanfaatkan untuk memperkuat sistem pengawasan, akuntabilitas, dan transparansi. Program MBG merupakan investasi besar yang dibiayai dari uang rakyat melalui pajak negara. Karena itu, setiap rupiah yang dikeluarkan harus benar-benar memberikan manfaat maksimal bagi masyarakat, bukan justru menjadi ladang korupsi atau arena persaingan bisnis yang mengabaikan kualitas pelayanan.

Ke depan, pemerintah dituntut memastikan bahwa seluruh mitra SPPG tidak hanya berorientasi pada keuntungan ekonomi, tetapi juga memiliki komitmen terhadap kualitas gizi, ketepatan sasaran, dan pelayanan yang profesional. Program Makan Bergizi Gratis harus tetap berada pada jalur utamanya sebagai instrumen pembangunan manusia Indonesia. Sebab apabila tata kelola yang baik tidak segera diwujudkan, program yang diharapkan menjadi fondasi Generasi Emas 2045 justru berisiko kehilangan kepercayaan publik dan menyisakan persoalan baru di tengah masyarakat. Sebaliknya, jika pengawasan diperkuat dan berbagai celah penyimpangan ditutup, MBG dapat menjadi salah satu warisan kebijakan paling penting dalam sejarah pembangunan sumber daya manusia Indonesia.( Redaksi DemokrasiNews co.id Supriyono)


Berita Terkini

Langkah Baru MBG: Kualitas Makanan Jadi Prioritas Demi Tumbuh Kembang Anak Indonesia
Nasional

Langkah Baru MBG: Kualitas Makanan Jadi Prioritas Demi Tumbuh Kembang Anak Indonesia

DemokrasiNews
18/06/2026
Gempa M 6,7 Guncang Sulawesi Tengah, 40 Desa dan Kelurahan Terdampak, 5.777 Jiwa Terkena Dampak
Peristiwa

Gempa M 6,7 Guncang Sulawesi Tengah, 40 Desa dan Kelurahan Terdampak, 5.777 Jiwa Terkena Dampak

DemokrasiNews
17/06/2026
Peluncuran Nasional E-Learning ASN Berintegritas, Barantin Tegaskan Komitmen Layanan Publik Berkualitas
Nasional

Peluncuran Nasional E-Learning ASN Berintegritas, Barantin Tegaskan Komitmen Layanan Publik Berkualitas

DemokrasiNews
17/06/2026
Festival 499 Tahun Jakarta Rasa, Nyahi Didorong Jadi Ikon Gastronomi dan Wisata Budaya Betawi
Sosial Budaya

Festival 499 Tahun Jakarta Rasa, Nyahi Didorong Jadi Ikon Gastronomi dan Wisata Budaya Betawi

DemokrasiNews
17/06/2026
Gangguan Maxstream Saat Piala Dunia 2026, Pelanggan di Lampung Utara Kecewa Kehilangan Momen Penting
Olahraga

Gangguan Maxstream Saat Piala Dunia 2026, Pelanggan di Lampung Utara Kecewa Kehilangan Momen Penting

DemokrasiNews
17/06/2026
Gempa Kuat M 6,7 Guncang Palu dan Sekitarnya, 13 Kali Gempa Susulan Tercatat
Peristiwa

Gempa Kuat M 6,7 Guncang Palu dan Sekitarnya, 13 Kali Gempa Susulan Tercatat

DemokrasiNews
16/06/2026

Related News

Polisi Polres Lampung Timur Lumpuhkan Pelaku Curanmor

Polisi Polres Lampung Timur Lumpuhkan Pelaku Curanmor

14/07/2021
Gubernur Lampung Buka Kuliah Umum dan Seminar Nasional Pencegahan Gratifikasi 

Gubernur Lampung Buka Kuliah Umum dan Seminar Nasional Pencegahan Gratifikasi 

11/04/2023
Mantan TKI, Terima Penghargaan Lencana Kariyabakti

Mantan TKI, Terima Penghargaan Lencana Kariyabakti

14/08/2020

Laman

  • Privacy Policy
  • Contact
  • Redaksi
  • Beranda

© 2025 DemokrasiNews.co.id

No Result
View All Result
  • Beranda
  • Redaksi
  • Advertorial
  • Nasional
  • Tokoh
  • Sosial Budaya
  • Kesehatan
  • Politik
  • Ekonomi
  • Edukasi
  • Zona Wakil Rakyat
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Olahraga

© 2025 DemokrasiNews.co.id

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
error: Hayoo.... Mau Copas Ya? :D
Are you sure want to unlock this post?
Unlock left : 0
Are you sure want to cancel subscription?
https://demokrasinews.co.id/