DEMOKRASINEWS, Jakarta, 28 Mei 2026 – Presiden Prabowo Subianto menyerahkan sejumlah alat utama sistem persenjataan (alutsista) strategis kepada Tentara Nasional Indonesia (TNI) di Pangkalan Udara Halim Perdanakusuma, Jakarta, Senin (18/05/2026). Penyerahan tersebut menjadi langkah penting pemerintah dalam memperkuat sistem pertahanan udara nasional yang modern dan terintegrasi.
Alutsista yang diserahkan meliputi enam pesawat tempur MRCA Rafale, empat pesawat Falcon 8X, satu pesawat Airbus A400M MRTT, satu rudal Meteor, enam smart weapon Hammer, serta satu radar Ground Control Intercept (GCI) GM403.
Kehadiran berbagai platform pertahanan udara ini menunjukkan komitmen pemerintah dalam meningkatkan kesiapan pertahanan nasional menghadapi tantangan global yang semakin kompleks. Pesawat MRCA Rafale akan memperkuat kemampuan tempur udara-ke-udara dan udara-ke-darat TNI Angkatan Udara melalui dukungan sistem persenjataan modern berteknologi tinggi.


Selain itu, pesawat Falcon 8X akan mendukung mobilitas strategis, misi komando, serta pengawasan udara. Sementara Airbus A400M MRTT diharapkan mampu meningkatkan kemampuan angkut strategis sekaligus mendukung operasi pengisian bahan bakar di udara.
Di sisi lain, radar GCI GM403 akan berfungsi sebagai sistem deteksi dini terhadap berbagai ancaman udara. Sistem radar tersebut juga berperan dalam membantu pengendalian pesawat tempur untuk menjaga dan mengamankan wilayah kedaulatan udara Indonesia.
Dalam keterangannya usai penyerahan alutsista, Presiden Prabowo menegaskan bahwa pertahanan yang kuat merupakan syarat utama bagi Indonesia untuk menjaga stabilitas nasional dan melindungi kepentingan strategis bangsa.
“Pertahanan yang kuat adalah fondasi penting agar Indonesia mampu menghadapi dinamika global sekaligus menjaga kedaulatan negara,” ujar Presiden.
Presiden juga menegaskan bahwa pemerintah akan terus melanjutkan pembangunan kekuatan pertahanan secara bertahap, terukur, dan berkelanjutan pada seluruh matra pertahanan, baik darat, laut, maupun udara.
Modernisasi alutsista tersebut diharapkan mampu meningkatkan profesionalisme dan kesiapan operasional TNI dalam menjaga keamanan nasional serta memperkuat posisi Indonesia di kawasan.
(Red/ Sumber: BPMI Setpres)











