DEMOKRASINEWS, Jakarta, 12 Mei 2026 – Wakil Presiden Republik Indonesia Gibran Rakabuming Raka meninjau langsung progres pembangunan MRT Jakarta Fase 2A lintas Utara–Selatan pada Selasa pagi (12/05/2026). Dalam kunjungan tersebut, Wapres didampingi Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi, Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung, serta Direktur Utama MRT Jakarta, Tuhiyat.
Peninjauan dilakukan untuk memastikan pembangunan transportasi publik strategis nasional berjalan sesuai target sekaligus mendukung mobilitas masyarakat perkotaan yang semakin modern, aman, nyaman, dan terintegrasi.
Dalam keterangannya, Wapres menegaskan bahwa pengembangan transportasi publik menjadi salah satu prioritas pemerintah dalam menghadapi tantangan kemacetan dan kebutuhan mobilitas masyarakat di kawasan perkotaan.

“Transportasi publik yang modern dan terintegrasi merupakan kebutuhan masa depan kota-kota besar Indonesia. Pemerintah ingin masyarakat memiliki akses transportasi yang aman, nyaman, tepat waktu, dan terjangkau,” ujar Wapres.
Berdasarkan laporan yang diterima, progres pembangunan MRT Jakarta Fase 2A saat ini telah mencapai 59 persen. Pemerintah menargetkan jalur MRT dari Bundaran HI hingga Monas dapat tersambung dan mulai beroperasi pada akhir tahun 2027. Setelah itu, pembangunan akan dilanjutkan hingga Stasiun Kota dengan target penyelesaian pada akhir 2029.
Wapres juga mengapresiasi capaian operasional MRT Jakarta fase pertama yang dinilai berhasil meningkatkan minat masyarakat menggunakan transportasi publik. Dalam satu tahun operasional, MRT Jakarta tercatat telah melayani sekitar 47 juta penumpang.
Menurut Wapres, tingginya jumlah pengguna tersebut menunjukkan meningkatnya kepercayaan masyarakat terhadap layanan transportasi publik modern di Indonesia.
Selain MRT, pemerintah turut memberikan perhatian terhadap pengembangan moda transportasi lainnya seperti LRT dan layanan TransJakarta yang kini semakin terintegrasi hingga kawasan aglomerasi Jakarta dan sekitarnya.
Pada kesempatan yang sama, Wapres juga mengapresiasi kebijakan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta yang memberikan layanan transportasi publik gratis bagi 15 golongan masyarakat, termasuk lanjut usia dan penyandang disabilitas. Kebijakan tersebut dinilai sebagai langkah nyata menghadirkan transportasi yang inklusif dan berkeadilan sosial.
Pembangunan MRT Jakarta Fase 2A diharapkan tidak hanya menjadi solusi transportasi perkotaan, tetapi juga menjadi simbol transformasi layanan publik modern yang ramah lingkungan dan berorientasi pada kebutuhan masyarakat. ( Red/Sumber: BPMI Setwapres )











