DEMOKRASINEWS,Bandar Lampung – Suasana haru dan penuh doa menyelimuti halaman Masjid Al-Furqon, Rabu (22/4/2026), saat Wali Kota Bandar Lampung, Eva Dwiana, yang akrab disapa Bunda Eva, secara resmi melepas keberangkatan 1.159 calon jemaah haji (calhaj) asal Kota Bandar Lampung untuk musim haji 1447 Hijriah.
Acara tersebut turut dihadiri jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) serta perwakilan Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Lampung. Dalam sambutannya, Bunda Eva menyampaikan doa dan harapan tulus bagi seluruh jemaah.
“Semoga diberi keselamatan selama perjalanan berangkat dan pulang, serta kembali menjadi haji yang mabrur dan mabruroh,” ujarnya.
Tak hanya melepas secara simbolis, Pemerintah Kota Bandar Lampung juga memberikan tali asih berupa bantuan uang saku dan perlengkapan bagi para jemaah. Meski nilainya belum besar, Bunda Eva berharap bantuan tersebut dapat meringankan kebutuhan selama menjalankan ibadah di Tanah Suci.

“Saat ini kami baru bisa memberikan tali asih sebesar satu juta rupiah. Mohon doanya agar pendapatan daerah meningkat, sehingga ke depan bisa kami tingkatkan menjadi dua juta rupiah per orang,” katanya.
Ia juga mengingatkan para jemaah untuk menjaga kesehatan selama perjalanan dan pelaksanaan ibadah, termasuk dengan mengatur pola makan serta menjaga kondisi fisik.
Sementara itu, Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Bandar Lampung, Musal Badri Kesuma, melaporkan bahwa kesiapan jemaah telah mencapai 99 persen.
“Sebanyak 1.159 calon jemaah haji siap diberangkatkan tahun ini,” ungkapnya.
Ia juga memberikan pesan spiritual kepada para jemaah, di antaranya memperbanyak doa di tempat-tempat mustajab, terutama pada sepertiga malam, serta meningkatkan ibadah seperti dzikir, shalawat, dan salat sunah.
“Upayakan juga untuk mengkhatamkan Al-Qur’an di Mekkah atau Madinah. Tujuan utama kita adalah beribadah, maka manfaatkan waktu sebaik mungkin,” pesannya.
Para jemaah yang tergabung dalam kloter JKG 7 dijadwalkan menyerahkan koper besar pada Jumat (24/4/2026) di Masjid Al-Furqon. Selanjutnya, mereka akan memasuki masa karantina pada Sabtu (25/4/2026) untuk pemeriksaan kesehatan akhir serta pembagian dokumen perjalanan.
Rangkaian keberangkatan akan berlanjut pada Minggu (26/4/2026), saat para jemaah dilepas oleh Gubernur Lampung sebelum bertolak ke Jakarta dan melanjutkan perjalanan menuju Madinah pada malam harinya.
Di antara ratusan jemaah, kisah Zikwan menjadi salah satu potret rasa syukur yang mendalam. Ia yang berangkat bersama sang istri mengaku sangat terbantu dengan perhatian yang diberikan pemerintah daerah.
“Bantuan ini sangat berarti bagi kami. Setidaknya bisa menambah bekal selama di Tanah Suci. Insyaallah kami juga akan mendoakan agar Bandar Lampung semakin maju dan penuh keberkahan,” tuturnya.
Perjalanan panjang menuju Tanah Suci yang memakan waktu hingga sembilan jam menjadi tantangan tersendiri. Para jemaah diimbau untuk mempersiapkan fisik dan mental dengan baik agar dapat menjalankan seluruh rangkaian ibadah dengan lancar.
Di balik angka dan jadwal keberangkatan, tersimpan harapan besar dari setiap jemaah, harapan untuk kembali sebagai pribadi yang lebih baik, membawa pulang kemabruran, serta menyemai doa bagi kampung halaman tercinta.(Red/Ato)











