DEMOKRASINEWS, Bandar Lampung – Acara lomba lagu nostalgia khusus pensiunan 2025 dimulai dengan semangat yang luar biasa, diawali dengan penampilan tembang cantik oleh Tutik, salah seorang dewan juri.
Ketua panitia, Don Peci, membuka acara dengan candaan ringan yang membuat suasana semakin akrab. Ia mengingatkan peserta, terutama ibu-ibu, untuk mematuhi aturan lomba, seperti yang diungkapkannya, “Ibu-ibu mohon perhatian, karena ibu-ibu ini paling suka melanggar ketentuan atau aturan, misalnya sen kanan belok kiri.”
Lomba ini awalnya direncanakan diikuti oleh 35 peserta, namun karena satu peserta izin, jumlah peserta yang berlomba pada hari ini menjadi 34 orang. Antusiasme peserta sangat terasa, terutama para ibu-ibu yang tampil prima dengan pakaian yang indah.

Dalam kategori pria, terdapat 10 nominasi yang berhasil masuk 10 besar, yaitu nomor urut 7, 11, 12, 17, 18, 21, 24, 26, 28, dan 34. Pengambilan nomor MK untuk final akan dilaksanakan pada tanggal 15 Februari. Arwan Ismail, salah seorang peserta yang berhasil melaju ke final, merasa sangat senang karena bisa tampil dengan prima sepanjang kompetisi.
Eka Maryati, salah seorang perwakilan dari PPI Provinsi Lampung, menyampaikan bahwa beberapa peserta tampak lupa lirik, yang mungkin disebabkan oleh faktor usia. “Doakan saya bisa tampil bagus ya,” ujarnya dengan semangat.
Selain Eka Maryati, sejumlah wanita juga turut berpartisipasi sebagai utusan atau perwakilan dari PPI, di antaranya Susilawati, Desia, Murjiatmi, Natalina, Muni Einawati, dan Sulamsih. Mereka tampil memukau dengan penuh semangat di atas panggung.
Rindangsari, salah seorang penonton yang hadir, memberikan dukungan penuh kepada rekannya yang ikut berlomba. Ia bahkan menyiapkan hadiah sebagai bentuk apresiasi jika ada salah satu antara Susilawati atau Eka Maryati yang berhasil meraih kemenangan. Kehadiran Rindangsari memberikan semangat lebih bagi para peserta untuk tampil terbaik.
Dengan semangat kebersamaan dan dukungan yang kuat, lomba ini menjadi ajang yang tak hanya memeriahkan, tetapi juga mempererat tali persaudaraan di kalangan pensiunan. (Red/Ato)











