DEMOKRASINEWS, Bandar Lampung – Ketua Komisi IV DPR-RI, Sudin pada agenda kunjungan kerja ke Lampung hari Jum’at (19/11/2021) menjadi narasumber Bimbingan Teknis (Bimtek) Manajemen Peternakan dan Kesehatan Hewan yang digelar di Ballroom Hotel Sheraton Bandar Lampung.

Ketua Komisi IV DPR-RI, Sudin, menyampaikan beberapa materi terkait tanaman sorgum untuk pakan ternak. Politisi Partai PDI Perjuangan ini menyarankan kepada peternak dan petani di Lampung untuk menanam sorgum.

Tanaman sorgum memiliki nilai ekonomis tinggi sebagai pakan ternak. Di beberapa daerah tanaman sorgum sudah mulai dikembangkan petani karena sangat baik dalam pertumbuhan ternak khususnya kerbau dan sapi. Ternak yang mengkonsumsi sorgum dagingnya cukup baik dan memiliki berat berbeda dengan ternak biasa.
“Saya lihat tanaman sorgum ini sekarang sedang dikembangkan sebagai salah satu pakan ternak yang cukup baik. Jika peternak dan petani di Lampung ingin mengembangkan tanaman sorgum bibit kita berikan,” kata Sudin.
Sorgum juga salah satu tanaman pangan lahan kering yang potensial dikembangkan di Indonesia. Sorgum adalah tanaman sejenis rumput-rumputan dan masih satu keluarga dengan padi, jagung dan gandum.

Kandungan karbohidrat dalam bijinya cukup tinggi, sehingga dapat dikonsumsi sebagai makanan pokok. Akan tetapi, sebagian besar produksi sorgum digunakan sebagai pakan ternak. Selain itu, sorgum yang bermanfaat untuk sumber pangan dan pakan ternak ini juga dapat diolah menjadi bionergi (bioetanol).
Sorgum termasuk tanaman serealia tropis yang tumbuh dan dapat beradaptasi dalam rentang iklim yang luas, serta membutuhkan air yang relatif sedikit atau toleran terhadap kekeringan.
Sorgum adalah tanaman rumput-rumputan yang berkerabat dekat dengan tanaman padi dan jagung. Tanaman ini adalah serealia yang berasal dari Afrika yang memiliki iklim dan subtropis,” jelas Ketua Komisi IV.
Selanjutnya, “Berbicara kebutuhan daging nasional, soal adanya daging import, khususnya daging kerbau akan menyengsarakan peternak kita. Saya ini paling galak kalau di DPR-RI, saya selalu menolak import daging kerbau. Bapak/Ibu sudah capek-capek beternak, tiba-tiba ada import kerbau asal India masuk, akibatnya apa? daging sapi yang Bapak / Ibu pelihara akan jadi murah. Ini pastinya akan menyulitkan untuk para peternak”. jelas Sudin.
Dalam kesempatan ini Sudin, juga mengingatkan untuk menjaga semua bantuan yang sudah diberikan kepada para peternak. “Tolong bapak/ibu, setiap bantuan yang diberikan pemerintah mohon dijaga sebaik baiknya. Sebab bantuan tersebut, bukan milik Ketua Kelompok, tetapi milik bersama sehingga harus dijaga bersama-sama,” pesan Sudin.
Turut hadir dalam acara Bimbingan Teknis ini, Plt Direktur Pembibitan dan Produksi Ternak Ditjen Kesehatan dan Peternakan Kementerian Pertanian, Dr. Hewan Agus Sunanto, MP, Direktur Kesehatan Masyarakat Veteriner, drh. Syamsul Ma’arif M.Si dan pejabat instansi terkait.(*)
Tim DemokrasiNews











