DEMOKRASINEWS, Lampung Timur–Acara Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) tingkat Kecamatan di Mataram Baru untuk program pembangunan tahun 2022 di warnai curhatan dari salah satu Kepala Desa di Kecamatan Mataram Baru.
Dalam curhatan itu, Edi Rusmawan Kades Mandalasari mengungkapkan bahwa di Desanya pada tahun 2021 tak satupun program dari Pemerintahan Daerah (Pemda) setempat yang masuk di Desanya.
“Tahun 2021 ini Desa Mandalasari zonk, saya harap Pemda melalui Dinas terkait adil dan ada pemerataan program di semua Desa di Kecamatan Mataram Baru” kata Edi Rusmawan saat acara Musrenbang tingkat Kecamatan di Balai Desa Mandalasari Kecamatan Mataram Baru Lampung Timur, Jum’at (19/3/2021).
Edi Rusmawan juga mengutarakan bahwa Dia selalu percaya kepada Pemda dan setiap acara Musrenbang di Kecamatan tak banyak protes dalam setiap pengusulan program pembangunan.
“Di Desa Mandalasari prioritas yang saya harapkan dari Dinas PU untuk bisa memperbaiki jalan penghubung dua Desa yang sempit dan sudah rusak” ujar Edi Rusmawan yang juga ketua forum Kades itu.
Sementara beberapa Kepala Desa lainya juga menyayangkan jika setiap usulan dalam kegiatan Musrenbang jarang sekali direalisasikan oleh Pemerintah Daerah setempat.
Salah satu Kepala Dinas Lampung Timur menanggapi, jika semua usulan dalam Musren tak masuk dalam realisasi program di Desanya, agar menyampaikan kembali dalam pokok pikiran (Pokir) perwakilan Dewan setempat.
“Ada opsi lain yang bisa di manfaatkan oleh Desa yakni melalui Pokir dari salah satu Anggota Dewan setempat” kata Verzanita Hasan Kadis PUPR Lampung Timur.
Pada Musrenbang tingkat kecamatan itu 7 Desa mengusulkan Sarana dan Prasarana di 14 Dinas di Pemerintahan Daerah Lampung Timur untuk APBD tahun 2022.
Hadir dalam Musrenbang Bupati Lampung Timur yang diwakili Asisten 1 Syahmin Saleh, Staf Ahli, Para Kepala Dinas, Camat, Kepala Desa dan tokoh Masyarakat Kecamatan Mataram Baru.
Pewarta: Anwar











