DEMOKRASINEWS, Lampung Tengah – Dinas Kesahatan (Dinkes) Lampung Tengah (Lamteng) menggelar pertemuan terkait penanganan korban kekerasan anak dan perempuan bagi seluruh Nakes Puskesmas Selampug Tengah, Selasa (15/12/2020)
Acara yang berlangsung di Aula Rumah Pindang Sehat itu di buka oleh Kabid Kesmas, Cuk Sukarso mewakili Kepala Dinas Kesehatan Lamteng. Hadir sebagai pemateri, Ketua LPA dan Kasikes Keluarga dan Gizi Dinkes Lamteng Asih Budi Hastuti.
“Kegiatan ini sebagai wujud menyamakan persepsi dan penanganan korban kekerasan terhadap anak dan perempuan baik korban fisik psikis dan sexual,” ujar Cuk Sukarso dalam sambutannya.
Hal itu perlu dilakukan, kata Cuk, karena tidak sedikit korban kekerasan fisik dan sexual yang datang ke Puskesmas untuk konsultasi dan berobat. “Maka, melalui giat ini di berharapkan Puskes tidak lagi bingung untuk menangani baik secara medis, hukum maupun rehabilitasi,” tandasnya.
Dalam pemaparannya, LPA lebih menyinggung masih tingginya angka kejahatan sexual terhadap anak. “Lamteng menjadi kabupaten tertinggi angka kejahatan sexual di Provinsi Lampung,” jelasnya.
Per hari ini, lanjutnya, sudah ada 93 korban dan 17 di antaranya hamil. “Ini membutuhkan kerjasama kita semua untuk dapat memutus mata rantai kejahatan sexual terhadap anak. Kedepan kita bersama Puskes akan sinergi menangani korban kekerasan anak dan perempuan,” tukasnya.
Senada hal tersebut juga di sampaikan Kasi Kesga, Gizi Dinkes Lamteng Asih Budi Hastuti dalam materinya. Ia mengajak semua Nakes di Puskesmas agar bisa lebih cepat dalam penanganan korban kekerasan anak dan perempuan.
“Terutama penanganan medis, kalau penanganan hukumnya kita serahkan ke pihak kepolisian dan LPA. Untuk itu, saya minta kepada Nakes di seluruh Puskesmas agar bisa memberikan pemahaman kepada masyarakat terkait kekerasan anak dan perempuan,” tandasnya.
Selain itu, Asih juga menegaskan kepada seluruh Nakes agar tidak takut melapor, karena di Lamteng sudah ada LPA yang siap membantu dan siap menyediakan penasehat hukum.
Pewarta : Fahmi
Editor : Roy Choiri











