DEMOKRASINEWS, Bekasi Jabar, 2 November 2026 – Perselisihan yang berujung aksi penusukan menewaskan seorang pemuda berinisial A.A.H. (23) di kawasan Flyover Cibatu, Jalan Orange County Boulevard, Desa Cibatu, Kecamatan Cikarang Selatan, Kabupaten Bekasi, Minggu (1/11/2026) dini hari.
Polisi mengamankan seorang pria berinisial S.B. (43) yang diduga terlibat dalam peristiwa berdarah tersebut. Petugas menangkap pria itu di kediamannya sekitar pukul 15.30 WIB setelah melakukan penyelidikan.
Berdasarkan keterangan saksi, peristiwa bermula sekitar pukul 03.40 WIB ketika korban bersama sejumlah rekannya pulang setelah bermain biliar di kawasan Meikarta.
Dalam perjalanan, korban diduga terlibat perselisihan dengan seorang pria yang mengendarai sepeda motor Yamaha Filano berwarna kuning. Perselisihan tersebut diduga bermula dari aksi pemukulan terhadap korban.
Keduanya kemudian kembali bertemu di sekitar Flyover Cibatu. Pertemuan itu memicu cekcok hingga berujung penyerangan menggunakan senjata tajam.
Akibat serangan tersebut, korban mengalami luka tusuk di bagian punggung kiri. Rekan korban yang berada di lokasi juga mengalami luka pada bagian lengan.
Korban sempat dilarikan ke Metro Hospital Jababeka untuk mendapatkan penanganan medis. Namun, nyawanya tidak berhasil diselamatkan.
Kapolsek Cikarang Selatan Kompol Erwin Setiawan bersama Unit Reskrim Polsek Cikarang Selatan dan Tim Jatanras Polres Metro Bekasi melakukan penyelidikan hingga berhasil mengamankan S.B.
Dalam penanganan perkara tersebut, polisi turut menyita sejumlah barang bukti, di antaranya sepeda motor Yamaha Filano dan sebilah pisau dapur yang diduga berkaitan dengan aksi penyerangan.
Selanjutnya, petugas membawa terduga pelaku ke Polsek Cikarang Selatan untuk menjalani pemeriksaan dan proses hukum lebih lanjut.
Polisi masih mendalami motif serta rangkaian kejadian yang menyebabkan perselisihan tersebut berakhir dengan hilangnya nyawa korban.
Peristiwa ini menjadi pengingat bahwa konflik yang tidak terkendali dapat berujung fatal. Masyarakat diimbau mengendalikan emosi dan menghindari segala bentuk kekerasan dalam menyelesaikan perselisihan.(Red/Rls/DK)














