DEMOKRASINEWS, Lampung Timur, 25 September 2026 — Seorang pemancing asal Kabupaten Lampung Selatan, Edi Santoso (26), dilaporkan hilang saat memancing di kawasan perairan bekas galian pasir di Desa Rejomulyo, Kecamatan Pasir Sakti, Kabupaten Lampung Timur, Kamis (24/9/2026) petang.
Hingga Jumat (25/9/2026) siang, tim gabungan dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Lampung Timur dan Basarnas masih melakukan pencarian untuk memastikan keberadaan korban.
Edi Santoso diketahui merupakan warga Desa Baktirasa, Kecamatan Sragi, Kabupaten Lampung Selatan. Berdasarkan informasi yang diterima petugas, korban terakhir diketahui berada di sekitar sungai dekat Desa Rejomulyo, Kecamatan Pasir Sakti, sekitar pukul 17.00 WIB.
Kepala BPBD Kabupaten Lampung Timur Muhammad Ridwan mengatakan, pihaknya menerima laporan dari pamong desa dan masyarakat setempat pada Kamis sekitar pukul 18.30 WIB mengenai seorang pemancing yang hilang di kawasan bekas galian pasir.
Menurut Ridwan, saat kejadian korban diketahui sedang memancing bersama sejumlah rekannya. Namun, setelah dilakukan pengecekan, sejumlah barang milik korban, termasuk peralatan memancing, masih berada di lokasi, sedangkan korban tidak ditemukan.
“Informasi yang kami terima, korban bersama teman-temannya sedang memancing ikan di bekas galian pasir. Barang-barang seperti alat pancing masih ada di lokasi, tetapi orangnya tidak ada,” ujar Ridwan kepada DemokrasiNews.co.id, Jumat (25/9/2026).
Ridwan mengatakan, berdasarkan keterangan yang diterima di lapangan, sebagian warga menduga korban tenggelam. Namun, petugas masih melakukan pencarian untuk memastikan kondisi dan keberadaan korban.
Tim BPBD bersama Basarnas kemudian bergerak ke lokasi pada Jumat pagi dengan membawa perahu atau speed boat untuk membantu proses pencarian.
“Untuk memastikan apakah korban benar-benar tenggelam, kami bersama tim langsung menuju lokasi. Kami menggunakan perahu atau speed boat dan membuat gelombang di permukaan air,” kata Ridwan.
Upaya tersebut dilakukan untuk membantu menemukan kemungkinan posisi korban yang diduga berada di bawah permukaan air atau terjebak di lumpur maupun rerumputan di sekitar bekas galian pasir.
Pencarian dilakukan secara bersama-sama oleh tim BPBD dan Basarnas dengan menyisir kawasan perairan tempat korban terakhir diketahui berada. Namun, hingga Jumat siang, korban belum ditemukan.
“Tim masih melakukan pencarian sampai siang ini dan belum menemukan korban. Kami terus berupaya untuk memastikan keberadaan korban,” ujarnya.
Ridwan juga mengimbau masyarakat, khususnya para pemancing, agar meningkatkan kewaspadaan ketika beraktivitas di kawasan bekas galian pasir tersebut.
Menurutnya, kondisi air yang surut saat musim kemarau tidak serta-merta membuat lokasi tersebut aman. Lumpur yang berada di dasar bekas galian dapat memiliki kedalaman dan kondisi yang berbahaya sehingga berpotensi membuat seseorang terjebak.
“Kami berharap pemerintah desa maupun pemerintah kecamatan dapat menyampaikan informasi kepada masyarakat dan para pemancing agar lebih berhati-hati saat melakukan aktivitas di wilayah tersebut. Meskipun sekarang kemarau dan air terlihat surut, kondisi lumpur di bekas galian pasir bisa cukup dalam dan berpotensi membuat orang terjebak,” kata Ridwan.
Hingga berita ini ditulis, operasi pencarian terhadap Edi Santoso masih berlangsung. Petugas gabungan terus menyisir lokasi untuk menemukan korban dan memastikan kronologi sebenarnya dari peristiwa tersebut.(Red/Supriyono)













