DEMOKRASINEWS, Kendal, Jawa Tengah — Senyum sumringah tampak di wajah Salafudin, warga Desa Sriwulan, Kecamatan Limbangan, Kabupaten Kendal. Di tangannya tergenggam uang tunai Rp1 juta yang baru saja ia terima dari pemerintah desa sebagai Tunjangan Hari Raya (THR).
Bagi sebagian orang mungkin jumlah itu tidak terlalu besar. Namun bagi warga desa yang mayoritas bekerja sebagai petani, uang tersebut sangat berarti untuk memenuhi kebutuhan menjelang Lebaran.
“Alhamdulillah tahun ini dapat THR Rp1 juta. Sangat membantu kami sebagai warga biasa, apalagi untuk kebutuhan Lebaran,” ujar Salafudin dengan penuh syukur.

Kebahagiaan seperti yang dirasakan Salafudin bukan hanya miliknya. Sekitar 255 kepala keluarga di Desa Sriwulan juga menerima THR yang sama. Dana tersebut berasal dari Pendapatan Asli Desa (PADes) yang dihasilkan dari pengelolaan wisata alam Arenan Kalikesek melalui Badan Usaha Milik Desa (BUMDes).
Siapa sangka, kawasan yang dulu hanya berupa aliran sungai dengan pemandangan alam biasa kini berubah menjadi destinasi wisata yang ramai dikunjungi. Sejak diresmikan sebagai wisata desa pada tahun 2022, Kalikesek berkembang pesat dan menjadi sumber ekonomi baru bagi masyarakat.

Udara pegunungan yang sejuk, aliran sungai yang jernih, serta pemandangan alam yang masih asri membuat wisatawan betah berlama-lama di tempat ini. Berbagai fasilitas juga terus dikembangkan, mulai dari kolam renang, permainan air, penyewaan kuda, hingga jeep wisata yang membawa pengunjung menikmati keindahan alam sekitar.
Tak hanya itu, keberadaan wisata Kalikesek juga membuka peluang usaha bagi warga. Beragam UMKM lokal bermunculan, menjajakan produk khas seperti kolang-kaling dan gula jawa yang menjadi kebanggaan desa.

Pengelola Wisata Kalikesek, Arik, mengatakan jumlah pengunjung yang datang terus meningkat dari waktu ke waktu.
“Pada hari biasa, pengunjung bisa mencapai 1.000 hingga 1.500 orang per hari. Saat hari libur jumlahnya tentu lebih banyak,” jelasnya.
Lonjakan pengunjung ini berdampak langsung pada pendapatan desa. Pada tahun 2025, wisata Kalikesek mampu menghasilkan sekitar Rp1,4 miliar, meningkat dibandingkan tahun sebelumnya yang sekitar Rp1 miliar.
Sebagian pendapatan tersebut digunakan untuk mengembangkan fasilitas wisata, sementara sebagian lainnya dikembalikan kepada masyarakat dalam bentuk program kesejahteraan, termasuk pembagian THR.
Sekretaris Desa Sriwulan, Nur Abidin, menjelaskan bahwa program pembagian THR kepada warga sudah berjalan selama tiga tahun terakhir.
“Tahun 2024 sebesar Rp500 ribu, tahun 2025 Rp750 ribu, dan tahun ini Rp1 juta per kepala keluarga,” jelasnya.
Bagi warga Sriwulan, Kalikesek bukan sekadar tempat wisata. Tempat ini telah menjadi simbol harapan baru bagi desa mereka. Dari aliran sungai yang sederhana, kini lahir peluang ekonomi yang mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Di tengah suasana desa yang sejuk dan tenang, kebahagiaan kecil menjelang Lebaran itu terasa begitu nyata—sebuah bukti bahwa ketika potensi desa dikelola dengan baik, manfaatnya bisa kembali kepada warga yang tinggal di dalamnya.( Red/Prie/ Rls Pemdes Abidin Sriwulan)











