DEMOKRASINEWS,Bandar Lampung, – Persatuan Purnakarya Perkebunan Republik Indonesia (P3RI) Cabang PTPN I Regional 7 menggelar rapat kerja perdana setelah melakukan audiensi dengan Regional Head (RH) PTPN I dan RH PTPN IV Regional 7.
Rapat kerja yang berlangsung di Kantor Sekretariat P3RI Bandar Lampung tersebut dihadiri oleh seluruh jajaran pengurus serta perwakilan Dewan Penasihat. Agenda utama rapat adalah penyempurnaan struktur kepengurusan serta penyusunan arah program kerja masa bakti 2025–2030.
Ketua P3RI Cabang PTPN I Regional 7, H. Hadi Asmanto, menyampaikan bahwa langkah awal pengurus baru adalah melakukan inventarisasi aset organisasi dan menuntaskan pekerjaan yang masih tertunda.
“Alhamdulillah, seluruh pekerjaan yang berkaitan dengan P3RI sudah clean and clear. Tidak ada lagi permasalahan yang berkaitan dengan pihak lain, sehingga pengurus baru dapat menjalankan program dari nol,” ujarnya.
Ia menambahkan, penyempurnaan susunan kepengurusan dilakukan dengan menyesuaikan kondisi dan tantangan organisasi ke depan agar P3RI tetap relevan dan responsif terhadap kebutuhan anggotanya.

Sementara itu, Mangaraja H. Siahaan, Sekretaris P3RI, menegaskan bahwa terbentuknya pengurus baru harus mampu memberikan harapan bagi sekitar 14.000 anggota P3RI di Regional 7.
“Pengurus diharapkan mampu menjembatani berbagai persoalan di lapangan dan mengurai kebuntuan yang dihadapi anggota,” katanya.
Ketua Bidang Organisasi, H. Panani, menyampaikan bahwa pihaknya akan segera melakukan pendataan ulang anggota bekerja sama dengan pengurus ranting. Selain itu, program kerja cabang akan dipadukan dengan program ranting dan disesuaikan dengan kondisi di lapangan.
“Konsolidasi internal menjadi prioritas untuk penguatan organisasi. Meski rentang kendali cukup jauh, hal itu diharapkan tidak menjadi kendala karena didukung sarana komunikasi yang tersedia,” jelasnya.
Di bidang hukum dan sosial, Agus Tobationo menegaskan fokus pada sosialisasi agar pembayaran gaji pensiunan tidak terputus. Ia juga berkomitmen mempererat silaturahmi antaranggota melalui berbagai kegiatan, seperti senam bersama dan arisan, serta berbagi pengalaman untuk meningkatkan kompetensi anggota apabila dibutuhkan oleh perusahaan pemberi kerja.
Sementara itu, Ketua Bidang Aset dan Kewirausahaan, H. Joko Lelono, menyampaikan bahwa pihaknya akan menyusun program kerja berdasarkan kondisi lapangan dengan mengoptimalkan potensi yang dimiliki masing-masing ranting.
“Pemberdayaan dan penguatan UMKM menjadi salah satu prioritas dalam program kewirausahaan P3RI ke depan,” pungkasnya.(Red/Ato)











