• Landing Page
  • Shop
  • Contact
  • Buy JNews
Senin, Agustus 17, 2026
  • Login
Demokrasinews.co.id
  • Beranda
  • Nasional
  • Tokoh
  • Kesehatan
  • Politik
  • Ekonomi
  • Edukasi
  • Hukum & Kriminal
  • Peristiwa
  • Advertorial
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Nasional
  • Tokoh
  • Kesehatan
  • Politik
  • Ekonomi
  • Edukasi
  • Hukum & Kriminal
  • Peristiwa
  • Advertorial
No Result
View All Result
Demokrasinews.co.id
No Result
View All Result
Home Nasional

“Ketika Sejarah Dihadapkan Pada Ingatan: Penganugerahan Gelar Soeharto dan Warisan Perjuangan Marsinah”

DemokrasiNews
11/11/2025
in Nasional, Edukasi, Opini, Pendidikan, Peristiwa, Politik, Sosial Budaya, Tokoh
“Ketika Sejarah Dihadapkan Pada Ingatan: Penganugerahan Gelar Soeharto dan Warisan Perjuangan Marsinah”

DEMOKRASINEWS,Jakarta, — Suasana hening menyelimuti upacara penganugerahan gelar Pahlawan Nasional di Istana Negara, Senin pagi 10 November2025. Presiden Prabowo Subianto secara resmi memberikan gelar Pahlawan Nasional kepada Soeharto, Presiden Indonesia kedua. Tepuk tangan terdengar, kamera menyorot, dan sebagian tamu terlihat menunduk dengan perasaan yang sulit diartikan.

Di barisan tamu undangan, sejajar dengan keluarga penerima gelar lainnya, hadir perwakilan keluarga Marsinah. Sosok buruh perempuan yang namanya telah lama menjadi simbol perjuangan hak-hak pekerja di Indonesia. Ia mungkin tidak hadir dalam daftar penerima gelar. Namun namanya, dalam diam, tetap mengisi ruang di hati banyak orang.

“Ketika Sejarah Dihadapkan Pada Ingatan: Penganugerahan Gelar Soeharto dan Warisan Perjuangan Marsinah”

Siapa Marsinah?

Marsinah adalah seorang buruh di PT Catur Putra Surya, Sidoarjo. Ia tidak memegang posisi penting, tidak memiliki kekuasaan, dan tidak memiliki panggung besar. Namun ia memiliki suara—suara yang waktu itu jarang terdengar dari kelas pekerja.

“Ketika Sejarah Dihadapkan Pada Ingatan: Penganugerahan Gelar Soeharto dan Warisan Perjuangan Marsinah” “Ketika Sejarah Dihadapkan Pada Ingatan: Penganugerahan Gelar Soeharto dan Warisan Perjuangan Marsinah” “Ketika Sejarah Dihadapkan Pada Ingatan: Penganugerahan Gelar Soeharto dan Warisan Perjuangan Marsinah”

Pada tahun 1993, Marsinah turut memimpin tuntutan kenaikan upah bagi rekan-rekannya. Tindakan tersebut membuatnya menjadi target. Ia kemudian diculik, disiksa, dan ditemukan tewas. Kasusnya tercatat sebagai salah satu peristiwa pelanggaran HAM berat yang hingga kini belum tuntas diusut.

“Ketika Sejarah Dihadapkan Pada Ingatan: Penganugerahan Gelar Soeharto dan Warisan Perjuangan Marsinah” “Ketika Sejarah Dihadapkan Pada Ingatan: Penganugerahan Gelar Soeharto dan Warisan Perjuangan Marsinah” “Ketika Sejarah Dihadapkan Pada Ingatan: Penganugerahan Gelar Soeharto dan Warisan Perjuangan Marsinah”

Sejak itu, Marsinah bukan hanya nama. Ia menjadi simbol keberanian, suara yang menyuarakan mereka yang tidak memiliki banyak pilihan dalam hidupnya.

Upaya Mengusulkan Marsinah Sebagai Pahlawan Nasional

Berbagai kelompok telah mengusulkan Marsinah sebagai Pahlawan Nasional sejak masa reformasi:

  • Aktivis buruh
  • Organisasi perempuan seperti Komnas Perempuan
  • Konfederasi serikat pekerja
  • LSM HAM nasional maupun internasional

Mereka menilai perjuangan Marsinah lahir dari ketulusan memperjuangkan hak-hak dasar, bukan ambisi pribadi. Di banyak kota, “Hari Marsinah” diperingati setiap tahun. Puisi, mural, monumen, dan lagu lahir dari namanya.

Namun proses pemberian gelar Pahlawan Nasional bukan hanya berdasarkan pengakuan publik. Keputusan sepenuhnya berada pada Presiden, melalui rekomendasi Dewan Gelar, Tanda Jasa, dan Tanda Kehormatan.

Hingga hari ini, gelar itu belum disematkan untuknya.

Makna Dua Nama dalam Satu Ruang Ingatan

Penganugerahan gelar untuk Soeharto tentu memiliki landasan sejarah. Ia memimpin Indonesia selama lebih dari tiga dekade, dengan warisan pembangunan yang masih dapat dilihat hingga kini. Namun, masa pemerintahannya juga menyisakan babak yang penuh kontroversi, termasuk kasus-kasus kekerasan terhadap warga negara—salah satunya kisah Marsinah.

Di dalam ruangan upacara itu, dua nama itu seolah bertemu meski tidak saling disebut:
Soeharto, yang dikenang oleh negara.
Marsinah, yang dikenang oleh rakyat.

Keduanya hadir dalam sejarah yang sama, namun ditempatkan di lorong-lorong yang berbeda.

Pagi itu, keluarga Marsinah berdiri hening. Tidak ada protes. Tidak ada sorakan. Hanya diam—diam yang membawa cerita panjang perjuangan keadilan yang belum selesai.

Sejarah tidak pernah hanya terdiri dari nama yang ditulis di lembar penghargaan.
Sejarah juga terdiri dari ingatan, suara, dan jejak langkah orang-orang yang mungkin tak pernah kita lihat.

Dan selama nama Marsinah masih diucapkan, perjuangannya masih hidup.(Red/Sumber foto BPMI Setpres RI)


Berita Terkini

Dari Pengabdian ke Kebersamaan, P3RI PTPN I dan PTPN IV Semarakkan HUT RI ke-81
Advertorial

Dari Pengabdian ke Kebersamaan, P3RI PTPN I dan PTPN IV Semarakkan HUT RI ke-81

DemokrasiNews
16/08/2026
Gempa M7,7 Guncang NTT, 47 Orang Tewas dan Lebih dari 5.000 Warga Mengungsi
Peristiwa

Gempa M7,7 Guncang NTT, 47 Orang Tewas dan Lebih dari 5.000 Warga Mengungsi

DemokrasiNews
16/08/2026
Persiapan Lomba Pingpong Berujung Dugaan Penganiayaan di Lampung Utara, Warga Lapor Polisi
Hukum & Kriminal

Persiapan Lomba Pingpong Berujung Dugaan Penganiayaan di Lampung Utara, Warga Lapor Polisi

DemokrasiNews
15/08/2026
BPKAD Lampung Utara Perkuat Digitalisasi Pengadaan, 95,8 Persen Paket Penyedia Gunakan E-Purchasing
Advertorial

BPKAD Lampung Utara Perkuat Digitalisasi Pengadaan, 95,8 Persen Paket Penyedia Gunakan E-Purchasing

DemokrasiNews
15/08/2026
Menjemput Harapan: Rumah Layak dan Dukungan Modal Disiapkan Pemkab Lampung Utara
Advertorial

Menjemput Harapan: Rumah Layak dan Dukungan Modal Disiapkan Pemkab Lampung Utara

DemokrasiNews
15/08/2026
Merah Putih Menyapa di Jalanan, 81 Mobil Maxim Tebar Kebahagiaan pada HUT ke-81 RI
Advertorial

Merah Putih Menyapa di Jalanan, 81 Mobil Maxim Tebar Kebahagiaan pada HUT ke-81 RI

DemokrasiNews
14/08/2026

Related News

Aksi Demo di Semarang Sebabkan Klaster Baru, Ganjar ; Demonya diganti dengan cara yang lebih baik saja !

Aksi Demo di Semarang Sebabkan Klaster Baru, Ganjar ; Demonya diganti dengan cara yang lebih baik saja !

20/10/2020
Dedi Afrizal Berikan Apresiasi Terlaksananya Rakercab Pemuda Pancasila Tulang Bawang

Dedi Afrizal Berikan Apresiasi Terlaksananya Rakercab Pemuda Pancasila Tulang Bawang

17/01/2022
Bantuan Sosial Tunai Sangat Membantu Ekonomi Masyarakat ditengah Pandemi Covid-19

Bantuan Sosial Tunai Sangat Membantu Ekonomi Masyarakat ditengah Pandemi Covid-19

11/11/2020

Laman

  • Privacy Policy
  • Contact
  • Redaksi
  • Beranda

© 2025 DemokrasiNews.co.id

No Result
View All Result
  • Beranda
  • Redaksi
  • Advertorial
  • Nasional
  • Tokoh
  • Sosial Budaya
  • Kesehatan
  • Politik
  • Ekonomi
  • Edukasi
  • Zona Wakil Rakyat
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Olahraga

© 2025 DemokrasiNews.co.id

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
error: Hayoo.... Mau Copas Ya? :D
Are you sure want to unlock this post?
Unlock left : 0
Are you sure want to cancel subscription?
https://demokrasinews.co.id/