DEMOKRASINEWS, Lampung Timur, 3 September 2026 — Bupati Lampung Timur Ela Siti Nuryamah menyampaikan pesan tegas kepada para kepala desa yang baru dilantik. Ia menegaskan, jabatan kepala desa bukanlah fasilitas untuk mencari kesenangan maupun kemewahan, melainkan amanah untuk melayani dan mengayomi masyarakat.
Pesan tersebut disampaikan Ela saat melantik sejumlah kepala desa melalui mekanisme Pergantian Antar Waktu (PAW) di Kabupaten Lampung Timur.
Dalam pelantikan tersebut, Ela melantik PAW Kepala Desa Bumi Jawa, Kecamatan Batanghari Nuban, Kepala Desa Buana Sakti, Kecamatan Batanghari, Kepala Desa Labuhan Ratu IV, Kecamatan Labuhan Ratu, Kepala Desa Tulung Pasik, Kecamatan Mataram Baru, serta Kepala Desa Sido Mulyo, Kecamatan Sekampung.
Pelantikan tersebut menjadi bagian dari upaya memastikan roda pemerintahan desa tetap berjalan sekaligus memberikan kepastian kepemimpinan di tingkat desa.
Dalam sambutannya, Ela mengapresiasi para kepala desa sebelumnya yang telah menjalankan amanah dan mengabdikan diri sebagai pelayan masyarakat.
“Terima kasih kepada kepala desa yang telah purna tugas dan selama ini bersedia menjadi pelayan masyarakat. Ini merupakan keputusan terbaik dari hasil pemilihan PAW kepala desa,” ujar Ela.
Ia meminta kepala desa yang baru segera menyesuaikan diri dengan tugas dan tanggung jawab. Menurut Ela, seorang kepala desa harus hadir di tengah masyarakat, mendengar aspirasi warga, serta memastikan pelayanan pemerintahan berjalan secara optimal.
“Pemimpin adalah pelayan masyarakat, bukan untuk senang-senang dan bukan untuk berfoya-foya,” tegasnya.
Ela juga mengingatkan kepala desa agar tidak menyalahgunakan kewenangan. Ia meminta seluruh kepala desa menjauhkan diri dari praktik Korupsi, Kolusi, dan Nepotisme (KKN) serta menjalankan pemerintahan berdasarkan ketentuan hukum yang berlaku.
“Jauhkan dari KKN. Karena semua ada undang-undang, ada perda, ada perdes. Semua harus dijalankan sesuai aturan,” katanya.
Di sisi lain, Ela memberikan apresiasi kepada masyarakat yang telah berpartisipasi dalam proses pemilihan kepala desa melalui mekanisme PAW. Menurutnya, partisipasi tersebut menunjukkan demokrasi di tingkat desa di Kabupaten Lampung Timur terus berjalan.
“Terima kasih kepada semua masyarakat. Ini menunjukkan sistem demokrasi di Lampung Timur berjalan,” ujarnya.
Kepala desa yang baru dilantik juga diminta tidak menunda pekerjaan. Ela mendorong mereka segera membangun komunikasi dengan masyarakat dan perangkat desa serta memastikan seluruh program pemerintahan berjalan sesuai aturan.
Ia menegaskan kepala desa harus memiliki komitmen yang jelas untuk mengabdi, melayani, dan mengayomi masyarakat.
Menurut Ela, tantangan pemerintahan desa saat ini tidak hanya berkaitan dengan pembangunan fisik dan infrastruktur. Persoalan sosial, termasuk stunting dan anak putus sekolah, harus menjadi perhatian serius pemerintah desa.
“Di desa sekarang tidak boleh ada stunting yang tinggi, tidak boleh ada anak putus sekolah,” tegasnya.
Selain itu, kepala desa yang baru dilantik memiliki kewenangan melakukan penataan perangkat desa agar seluruh aparatur dapat bekerja secara aktif dan memberikan pelayanan maksimal kepada masyarakat.
“Yang baru dilantik punya wewenang untuk menata perangkat desa yang tidak aktif,” kata Ela.
Dengan pelantikan tersebut, Pemerintah Kabupaten Lampung Timur berharap pemerintahan di masing-masing desa dapat segera berjalan efektif. Para kepala desa baru kini dituntut membuktikan bahwa jabatan yang dipercayakan kepada mereka benar-benar digunakan untuk kepentingan dan kesejahteraan masyarakat, bukan kepentingan pribadi.( Red/Prie/Rls )











