DEMOKRASINEWS, Banyuasin Sumsel, 24 Juni 2026 – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Banyuasin terus memperkuat pendekatan pembinaan yang humanis guna menciptakan lingkungan pemasyarakatan yang aman dan kondusif. Melalui program Sapa Kasih, petugas turun langsung ke blok hunian untuk menyerap aspirasi, mendengarkan keluhan, serta memastikan hak-hak warga binaan terpenuhi.
Kegiatan yang berlangsung pada Rabu (24/6/2026) tersebut dipimpin langsung oleh Kepala Lapas Kelas IIA Banyuasin, Tetra Destorie, didampingi jajaran pejabat struktural, komandan regu pengamanan, petugas jaga, dan staf.
Program Sapa Kasih menjadi sarana strategis bagi Lapas Banyuasin untuk memetakan kondisi riil di dalam blok hunian. Melalui dialog tatap muka, petugas dapat mengetahui secara langsung kondisi kesehatan warga binaan, kebutuhan pembinaan, hingga berbagai persoalan yang berpotensi memengaruhi keamanan dan ketertiban di lingkungan lapas.

Tak hanya menyerap aspirasi, petugas juga memberikan edukasi mengenai pentingnya menerapkan pola hidup sehat, menjaga kebersihan lingkungan hunian, mengelola sampah dengan baik, serta merawat saluran air guna menciptakan lingkungan lapas yang bersih, sehat, dan nyaman.
Dalam kesempatan tersebut, tim turut melakukan pengecekan kondisi keamanan blok hunian sekaligus memberikan sosialisasi terkait hak-hak integrasi yang dapat diperoleh warga binaan sesuai dengan ketentuan perundang-undangan yang berlaku. Sosialisasi ini dinilai penting agar warga binaan memperoleh informasi yang akurat dan tidak mudah terpengaruh informasi yang tidak dapat dipertanggungjawabkan.
Sebagai bagian dari upaya pencegahan gangguan keamanan dan ketertiban, Lapas Banyuasin juga mengenalkan pemanfaatan Warung Telekomunikasi Khusus (Wartelsus) sebagai sarana komunikasi resmi bagi warga binaan. Kehadiran fasilitas tersebut diharapkan mampu memenuhi kebutuhan komunikasi secara legal dan terkontrol, sekaligus menekan potensi penggunaan telepon genggam ilegal di dalam lapas.
Kepala Lapas Kelas IIA Banyuasin, Tetra Destorie, menegaskan bahwa program Sapa Kasih merupakan wujud komitmen institusinya dalam membangun sistem pemasyarakatan yang tidak hanya berorientasi pada pengawasan, tetapi juga mengedepankan pendekatan yang humanis dan komunikatif.
“Melalui kegiatan ini, kami ingin memastikan setiap warga binaan mendapatkan informasi yang benar terkait hak-haknya, memiliki ruang untuk menyampaikan aspirasi secara langsung, serta bersama-sama menjaga keamanan dan ketertiban di lingkungan lapas,” ujar Tetra.
Menurutnya, komunikasi yang terbuka antara petugas dan warga binaan menjadi salah satu kunci utama dalam menciptakan suasana lapas yang aman, tertib, dan kondusif. Dengan mengetahui kondisi di lapangan secara langsung, berbagai persoalan dapat diidentifikasi sejak dini sehingga potensi gangguan keamanan dapat dicegah.
Kegiatan berlangsung dalam suasana tertib dan penuh keakraban. Melalui program Sapa Kasih, Lapas Kelas IIA Banyuasin terus berupaya memperkuat fungsi pembinaan sekaligus mewujudkan lingkungan pemasyarakatan yang aman, humanis, transparan, dan akuntabel.( Red/JM )











