DEMOKRASINEWS, Jakarta, 22 Mei 2026 – Pemerintah Provinsi Lampung menegaskan kesiapan menjadi tuan rumah bersama Pekan Olahraga Nasional (PON) XXIII tahun 2032 bersama Provinsi Banten melalui konsep PON LABA (Lampung–Banten). Kepastian tersebut disampaikan dalam forum Rapat Kerja Nasional (Rakernas) dan Musyawarah Olahraga Nasional Luar Biasa (Musornaslub) KONI 2026 yang digelar di Jakarta.
Gubernur Lampung, Rahmat Mirzani Djausal, memaparkan langsung kesiapan daerah dalam mendukung penyelenggaraan ajang olahraga nasional terbesar di Indonesia tersebut. Menurutnya, PON bukan sekadar agenda kompetisi olahraga, tetapi juga momentum besar untuk memperkuat kolaborasi daerah, pembinaan karakter generasi muda, serta percepatan pembangunan infrastruktur menuju tahun 2032.
“Alhamdulillah, ini kehormatan besar bagi Lampung. Kami berharap momentum ini melahirkan semangat baru, terutama kolaborasi erat antar-stakeholder dan peningkatan daya juang atlet kita,” ujar Mirza.

Bagi Lampung, penunjukan sebagai tuan rumah PON menjadi sejarah baru karena untuk pertama kalinya dipercaya menyelenggarakan pesta olahraga nasional tersebut. Pemerintah daerah pun optimistis kehadiran PON akan memberikan dampak luas terhadap pembangunan daerah.
Dari sisi kesiapan, Lampung dinilai memiliki dukungan infrastruktur yang memadai. Konektivitas jalan tol Trans Sumatra, layanan penyeberangan Merak–Bakauheni selama 24 jam, akses transportasi udara, hingga ketersediaan ratusan hotel menjadi modal utama dalam mendukung mobilitas atlet dan kontingen.
Selain itu, dukungan fasilitas kesehatan serta tenaga keolahragaan juga terus diperkuat. Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) disebut menilai kesiapan Lampung telah mencapai sekitar 76 persen dan masih memiliki waktu enam tahun untuk penyempurnaan.
Sebanyak enam kabupaten/kota dipersiapkan menjadi lokasi pelaksanaan cabang olahraga, yakni Bandar Lampung, Metro, Lampung Selatan, Pringsewu, Pesawaran, dan Pesisir Barat. Sejumlah lokasi tersebut dinilai memiliki potensi besar, termasuk pengembangan olahraga pantai dan selancar berkelas dunia.
Mirza menegaskan, penyelenggaraan PON XXIII 2032 diharapkan mampu menciptakan multiplier effect bagi masyarakat. Mulai dari menggerakkan ekonomi lokal, mendorong pelaku UMKM naik kelas, memperkuat sektor pariwisata, membuka lapangan kerja baru, hingga menghadirkan infrastruktur yang manfaatnya dapat dirasakan masyarakat dalam jangka panjang.
Dukungan penuh terhadap penyelenggaraan PON LABA juga disampaikan Gubernur Banten, Andra Soni. Komitmen kedua daerah dinilai menjadi simbol kuat konsolidasi nasional melalui olahraga sekaligus mempererat sinergi antardaerah.
Selain menetapkan Lampung dan Banten sebagai tuan rumah PON XXIII 2032, Rakernas dan Musornaslub KONI 2026 juga menghasilkan sejumlah keputusan strategis lainnya, di antaranya revisi AD/ART organisasi serta penguatan sistem digital data atlet nasional.
Pemerintah Provinsi Lampung berharap momentum ini menjadi titik awal kebangkitan olahraga daerah sekaligus mendorong lahirnya atlet-atlet berprestasi yang mampu bersaing di tingkat nasional maupun internasional.( Red/Rls Komdigi Pemprov Lampung )











