DEMOKRASINEWS, Lampung Timur – Perayaan Hari Ulang Tahun ke-27 Kabupaten Lampung Timur pada 20 April 2026 bukan sekadar seremoni tahunan.
Di balik rangkaian acara yang digelar, tersimpan denyut harapan masyarakat terutama para pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) yang merasakan langsung dampaknya.
Ketua Ikatan Alumni PMII Lampung Timur, H. Ahmad Fauzi, S.Ag., M.M., menilai peringatan tahun ini menghadirkan semangat baru bagi perekonomian lokal.

Berbagai kegiatan seperti bazar, pameran produk unggulan, hingga festival kuliner menjadi ruang nyata bagi UMKM untuk berkembang.
“Pelibatan UMKM dalam perayaan ini sangat membantu. Mereka tidak hanya berjualan, tetapi juga mendapatkan kesempatan promosi yang lebih luas,” ujarnya.
Bagi para pelaku usaha kecil, momen ini menjadi lebih dari sekadar ajang meramaikan perayaan. Ada harapan akan peningkatan pendapatan, sekaligus peluang memperluas jaringan usaha.
Aktivitas ekonomi yang tumbuh selama perayaan menjadi gambaran kecil bagaimana potensi daerah dapat terus dikembangkan.
Tak hanya itu, Ahmad Fauzi juga memberikan apresiasi terhadap kinerja pemerintah daerah. Ia menilai berbagai program pembangunan yang dijalankan Bupati dan Wakil Bupati Lampung Timur telah menunjukkan hasil yang dirasakan masyarakat.
Perbaikan infrastruktur jalan, penguatan program pemberdayaan desa, hingga inovasi dalam layanan publik dinilai sebagai langkah konkret menuju kemajuan.
Di usia yang ke-27, Lampung Timur dinilai berada pada fase penting untuk melangkah lebih jauh. Kolaborasi menjadi kunci antara pemerintah, organisasi masyarakat, pemuda, hingga pelaku usaha untuk mendorong pembangunan yang inklusif dan berkelanjutan.

Ahmad Fauzi menekankan pentingnya penguatan sumber daya manusia, hilirisasi produk pertanian, serta digitalisasi UMKM agar daerah mampu bersaing di tengah perkembangan zaman.
“Selamat HUT ke-27 Lampung Timur. Semoga semakin maju, masyarakatnya sejahtera, dan pembangunan terus berkelanjutan,” tutupnya.
Perayaan ini pun menjadi pengingat bahwa kemajuan daerah tidak hanya diukur dari pembangunan fisik, tetapi juga dari seberapa besar manfaatnya dirasakan oleh masyarakat luas terutama mereka yang selama ini menjadi tulang punggung ekonomi lokal. (Red/Prie)











