DEMOKRASINEWS, Lampung Selatan – Lampung tidak hanya dikenal sebagai tujuan wisata dengan keindahan lautnya, tetapi juga sebagai surga bagi para pecinta kuliner. Beragam makanan khas menjadi favorit wisatawan, terutama dari Sumatera Selatan, Jambi, hingga Pulau Jawa.
Salah satu kuliner yang paling banyak dicari adalah pempek Palembang. Meski dibuat oleh warga Lampung, masyarakat tetap mengenalnya sebagai pempek Palembang.
Di Kecamatan Natar, Lampung Selatan, terdapat usaha Pempek Bu Tutik, salah satu UMKM kuliner yang cukup dikenal. Usaha ini merupakan mitra binaan P3RI PTPN 1 & 4 Regional 7 dan telah memiliki sertifikat halal.

Pada bulan Ramadhan, usaha pempek milik Bu Tutik ini merasakan berkah tersendiri. Pesanan meningkat, terutama untuk kebutuhan berbuka puasa dan berbagai kegiatan bazar Ramadhan.
Awalnya, Bu Tutik hanya membuat pempek untuk keluarga serta teman-teman anaknya yang sering bermain ke rumah. Ternyata, pempek buatannya disukai. Mereka kerap meminta tambahan bahkan meminta dibuatkan lagi ketika berkunjung.
Saat suaminya, D. Durman, masih bertugas di PTPN 7 dan tinggal di kompleks perumahan Kedaton, Bandar Lampung, Bu Tutik belum terpikir untuk menjalankan usaha.
Namun menjelang masa pensiun suaminya, ia mulai mencoba berjualan pempek untuk menambah pemasukan keluarga. Berbekal pengalaman sederhana, ia mulai menawarkan pempek kepada tetangga, teman-teman suami, serta teman-teman anaknya.
Lama-kelamaan, usaha tersebut berkembang karena banyak pelanggan yang menyukai rasanya. Bu Tutik pun semakin serius mendalami pembuatan pempek dan kuah cuka agar usahanya lebih profesional.
Untuk memperluas pemasaran, Bu Tutik aktif mengikuti berbagai kegiatan pameran dan bazar kuliner di Bandar Lampung. Cara ini terbukti efektif memperkenalkan produknya kepada masyarakat.
Kini, setelah suaminya pensiun dan mereka menetap di Natar, usaha pempek tersebut menjadi kegiatan produktif bagi keduanya.
“Alhamdulillah, walaupun tidak besar, usaha pempek ini bisa membantu ekonomi keluarga dan membuat suami tetap memiliki kegiatan setelah pensiun,” ujar Bu Tutik.
Bulan Ramadhan menjadi momentum yang sangat dinantikan. Selain menerima banyak pesanan untuk menu berbuka puasa, Pempek Bu Tutik juga rutin mengikuti berbagai bazar Ramadhan, seperti bazar di Natar dan pameran di Mall Bumi Kedaton.
Pempek Bu Tutik melayani pesanan untuk wilayah Natar dan Bandar Lampung dengan layanan antar. Selain itu, pempek ini juga sering dipesan untuk acara pesta, ulang tahun, arisan, dan berbagai kegiatan keluarga.
Menariknya, pelanggan Pempek Bu Tutik kini tidak hanya berasal dari Lampung. Produknya sudah dikirim ke berbagai kota di Indonesia, seperti Jakarta, Cirebon, Bandung, Yogyakarta, hingga Surabaya.
Bagi Bu Tutik, usaha yang berawal dari dapur rumah ini kini menjadi sumber rezeki sekaligus kebanggaan keluarga. (Red/Ato)











