DEMOKRASINEWS,Bandar Lampung – Wali Kota Bandarlampung Eva Dwiana pada Kamis (29/07/2021) meninjau langsung peristiwa tiga rumah warga yang diterjang gelombang di Kelurahan Kangkung, Kecamatan Teluk Betung Selatan.
Walikota menghimbau warganya agar tidak lagi membangun rumah diatas bibir pantai karena sangat membahayakan jika musim angin dan gelombang tinggi. Pemerintah Kota Bandarlampung memberikan solusi kepada warga sekitar lokasi peristiwa untuk pindah ke rumah susun ( Rusun) guna menghindari peristiwa terjangan gelombang laut seperti sekarang ini.
” Warga tidak perlu takut pindah ke rumah susun ( Rusunawa) karena masih bisa bekerja sebagai nelayan. Tinggal di Rusunawa untuk keamanan keluarganya saat ditinggal kerja melaut. Tinggal di Rusunawa lebih aman tidak khawatir seperti sekarang ini. Bunda minta kepada warga yang saat ini rumahnya hancur diterjang gelombang laut, tidak usah dibangun lagi ya, sebab sangat bahaya untuk tempat tinggal keluarganya, ” jelas Walikota.

Sebelumnya diberitakan ada tiga rumah panggung ambruk diterjang ombak di Gang Haji Wahid, Blok Bogem, Kelurahan Kangkung, Bumi Waras Bandarlampung. Pukul 00.45, Kamis dinihari, 29 Juli 2021.
Para penghuni saat itu sedang tidur lelap saat rumah mereka disapu ombak setinggi dua meter dinihari itu. Seorang ibu dan anaknya terpaksa keluar dari jendela dan berenang menyelamatkan diri saat rumahnya ambruk ke laut.
Rosnaini, penghuni rumah, menyebut merasakan rumah goyang sebelum ambruk dihantam ombak. Ia segera mencari anaknya, membopongnya keluar dari jendela. Seluruh harta bendanya, termasuk legalitas, hilang ditelan gelombang laut. Saat peristiwa terjadi Rosnaini tinggal bersama anaknya karena sang suami sedang melaut mencari ikan.
Kelurahan Kangkung Bumi Waras Bandarlampung dikenal sebagai kawasan rumah panggung di atas laut. Untuk menuju rumah, warga membangun gang di atas air. Mereka memilih tinggal di sana karena rata-rata bekerja sebagai nelayan.( Rls)
Tim DemokrasiNews











