DEMOKRASINEWS, Lampung Timur, 13 Oktober 2026 — PT Pertamina Hulu Energi Offshore Southeast Sumatra (PHE OSES) memperkuat kolaborasi dengan Pemerintah Kabupaten Lampung Timur dan para pemangku kepentingan dalam pelestarian ekosistem mangrove melalui pengembangan demplot seluas dua hektare di Dusun V, Desa Muara Gading Mas, Kecamatan Labuhan Maringgai, Lampung Timur.
Komitmen tersebut ditandai dengan peresmian demplot mangrove oleh Bupati Lampung Timur, Ela Siti Nuryamah, pada awal September lalu melalui penanaman bibit mangrove secara simbolis. Kegiatan ini dihadiri unsur pemerintah daerah, TNI/Polri, civitas akademika UNU Lampung, perwakilan PHE OSES, serta mitra perusahaan lainnya.
Pengembangan kawasan ini diharapkan memperkuat fungsi ekologis pesisir, membantu mengurangi risiko abrasi, menjaga habitat biota, serta meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya pelestarian lingkungan.
Bupati Lampung Timur Ela Siti Nuryamah mengatakan, mangrove memiliki peran penting sebagai pelindung alami kawasan pesisir, terutama dalam menghadapi ancaman abrasi dan banjir rob. Karena itu, pelestarian mangrove perlu diiringi dengan penguatan komunitas lingkungan dan pengelolaan sampah secara terpadu.
“Kita akan jadikan kawasan mangrove ini sebagai pelindung, salah satunya untuk membantu meminimalisir banjir rob yang sering terjadi. Selain itu, komunitas-komunitas mangrove harus dihidupkan kembali. Kami akan bina ekosistem mangrove dan tata kelola sampahnya secara terintegrasi,” ujar Ela.
Ia juga mengapresiasi kontribusi PHE OSES dan para mitra dalam mendukung pelestarian hutan bakau di Labuhan Maringgai. Menurutnya, sinergi berbagai pihak diperlukan agar upaya konservasi dapat berlangsung secara berkelanjutan.
“Alhamdulillah, ini bukan hanya upaya Pemerintah Kabupaten Lampung Timur saja, tetapi ada peran serta dari PHE OSES. Terima kasih atas kontribusi nyata dalam melestarikan hutan bakau demi menjaga ekosistem pesisir di Labuhan Maringgai,” tuturnya.
Head of Communication Relations & CID PHE OSES, Danya Dewanti, menegaskan bahwa pelestarian lingkungan pesisir merupakan bagian dari komitmen perusahaan untuk tumbuh bersama masyarakat.
“Kami percaya bahwa upaya memperkuat ekosistem pesisir akan memberikan dampak yang lebih berkelanjutan apabila dilakukan melalui kolaborasi erat dengan pemerintah daerah, komunitas, dan seluruh pemangku kepentingan. Melalui inisiatif ini, kami berharap mangrove dapat tumbuh menjadi benteng alami pesisir sekaligus mewariskan lingkungan pesisir yang lebih lestari bagi generasi mendatang,” ujar Danya.
Selain rehabilitasi mangrove, Pemerintah Kabupaten Lampung Timur juga merencanakan penerapan teknologi Refuse Derived Fuel (RDF), yakni pengolahan sampah menjadi bahan bakar alternatif. Langkah ini diharapkan mendukung pengelolaan sampah yang lebih terpadu sekaligus meningkatkan nilai guna sampah.
Integrasi rehabilitasi mangrove dan pengelolaan sampah menjadi bagian penting dalam menjaga kesehatan ekosistem pesisir. Keberhasilan konservasi tidak hanya bergantung pada penanaman pohon, tetapi juga pada tata kelola lingkungan, keterlibatan masyarakat, dan konsistensi perawatan.
Ke depan, demplot mangrove di Muara Gading Mas diharapkan berkembang menjadi kawasan percontohan konservasi sekaligus sarana edukasi masyarakat. Lebih dari sekadar penghijauan, upaya ini menjadi investasi lingkungan untuk menjaga pesisir, melindungi keanekaragaman hayati, dan mendukung keberlanjutan kehidupan masyarakat yang bergantung pada sumber daya laut.(Red/Prie/Rls)














