DEMOKRASINEWS, Lampung Timur – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Lampung Timur mulai menuai apresiasi dari masyarakat setelah sejumlah penyedia layanan dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) melakukan pembenahan kualitas menu yang disalurkan kepada penerima manfaat.
Sebelumnya, program MBG sempat menjadi sorotan publik menyusul munculnya berbagai pemberitaan mengenai dugaan keracunan makanan serta keluhan masyarakat yang diunggah melalui media sosial. Bahkan, di beberapa daerah sempat terjadi penutupan sementara sejumlah SPPG, baik di wilayah Lampung maupun secara nasional.
Menanggapi kondisi tersebut, para pengelola SPPG berupaya meningkatkan standar pengolahan makanan serta memastikan menu yang diberikan telah memenuhi ketentuan gizi yang ditetapkan oleh Badan Gizi Nasional (BGN).
Di Kecamatan Bandar Sribhawono dan Mataram Baru, Lampung Timur, pada Jumat (13/03/2026), sejumlah SPPG kembali menyalurkan menu MBG kepada kelompok penerima manfaat yang meliputi ibu hamil, ibu menyusui, balita, serta siswa dari jenjang TK, SD, SMP hingga SMA sederajat.


Menu yang disalurkan dinilai telah memenuhi standar gizi seimbang. Paket makanan yang dibagikan antara lain terdiri dari roti marisusu, susu kacang kedelai, susu Ultra Milk, telur rebus, ayam ungkep, serta buah-buahan seperti apel, jeruk, dan pir.
Selain memenuhi unsur gizi, nilai paket menu tersebut juga dinilai masih relevan dengan ketentuan anggaran yang berlaku. Total nilai menu untuk lima hari ke depan hingga menjelang libur Hari Raya Idul Fitri diperkirakan mencapai sekitar Rp50 ribu atau sekitar Rp10 ribu per paket makanan.
Respon masyarakat terhadap menu MBG tersebut terpantau cukup positif. Sejumlah orang tua siswa yang anaknya menerima manfaat program itu turut membagikan foto menu MBG melalui media sosial disertai berbagai komentar apresiatif.
Dalam beberapa unggahan, para orang tua menyampaikan ucapan terima kasih kepada tenaga ahli gizi serta pihak SPPG yang dinilai telah memberikan perhatian terhadap kualitas makanan bagi anak-anak mereka.
Tim DemokrasiNews.co.id yang melakukan penelusuran di lapangan juga memperoleh keterangan dari beberapa penerima manfaat. Mereka menyatakan bahwa jika kualitas menu MBG terus dijaga seperti saat ini, masyarakat cenderung memberikan dukungan terhadap program tersebut.
Menurut warga, program MBG dinilai dapat membantu pemenuhan kebutuhan gizi, terutama bagi anak-anak sekolah dan kelompok rentan di masyarakat.(Red/Prie)











